Fiorentina Tunjuk Fabio Grosso, Eks Bek Juara Dunia yang Bawa Sassuolo Promosi
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina resmi menunjuk Fabio Grosso sebagai pelatih kepala dengan kontrak hingga 2028, menggantikan Paolo Vanoli.
- Grosso, yang pernah membawa Italia juara Piala Dunia 2006, memiliki rekam jejak promosi dari Serie B ke Serie A bersama Sassuolo.
- Penunjukan ini diharapkan membawa stabilitas setelah Fiorentina nyaris terdegradasi musim lalu.

Fiorentina secara resmi menunjuk Fabio Grosso sebagai pelatih kepala baru, mengikat mantan bek timnas Italia itu dengan kontrak berdurasi hingga 30 Juni 2028. Langkah ini diambil setelah La Viola nyaris terdegradasi musim lalu dan hanya selamat dengan dua pertandingan tersisa.
Grosso, yang namanya melegenda berkat gol penalti krusial di final Piala Dunia 2006, bukanlah sosok asing di dunia kepelatihan Italia. Sejak memulai karier sebagai pelatih di sektor muda Juventus pada 2013, ia telah menangani sejumlah klub seperti Bari, Olympique Lyonnais, Frosinone, dan yang terbaru Sassuolo. Bersama Sassuolo, ia sukses membawa tim promosi ke Serie A pada musim 2024-25 dan finis di peringkat ke-11 pada musim berikutnya—sebuah pencapaian solid untuk tim yang baru naik kasta.
Presiden Fiorentina, Giuseppe Commisso, menyambut antusias kedatangan Grosso. “Fabio bukan hanya juara dunia; ia adalah pelatih yang membangun jalannya melalui kerja keras, ide, dan hasil,” ujar Commisso dalam pernyataan resmi. “Setelah musim yang sulit, kami ingin membuka babak baru dengan energi, ambisi, dan tanggung jawab. Kami yakin Fabio memiliki kepribadian, metode, dan antusiasme untuk membangun Fiorentina yang lebih kuat dan kompetitif.”
Grosso sendiri mengaku antusias menangani klub yang bermarkas di Florence tersebut. “Saya bergabung dengan klub bergengsi, didukung oleh pendukung yang penuh semangat, dan berada di kota yang hidup dan bernapas sepak bola,” katanya. Ia berjanji akan membangun tim yang bermain dengan keberanian dan ambisi, tanpa membuat janji muluk-muluk.
Penunjukan Grosso juga menjadi sinyal bahwa Fiorentina ingin membangun kembali identitas permainan yang agresif dan berani. Direktur olahraga Fabio Paratici, yang pernah bekerja sama dengan Grosso di Juventus, menilai sang pelatih memiliki kemampuan memimpin tim menghadapi tantangan besar. “Setelah musim yang sulit, kami ingin membuka babak baru dengan energi, ambisi, dan tanggung jawab,” ujar Paratici.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Fiorentina ini menarik untuk diikuti. Grosso adalah contoh bagaimana seorang pemain top bisa bertransisi menjadi pelatih sukses, mirip dengan perjalanan beberapa legenda sepak bola Eropa. Selain itu, keberhasilan Grosso membawa Sassuolo promosi dan bertahan di Serie A menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan taktik dan manajemen skuad yang mumpuni. Ini bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Indonesia yang kerap berganti pelatih tanpa arah jelas.
Ke depan, tantangan utama Grosso adalah membawa Fiorentina kembali ke papan atas Serie A dan bersaing di kompetisi Eropa. Dengan dukungan manajemen dan basis penggemar yang fanatik, mampukah ia mengulangi suksesnya di Sassuolo? Atau justru tekanan di klub besar akan menjadi ujian terberatnya? Hanya waktu yang akan menjawab.



