Naybet: Maroko Bisa Ulang Sejarah di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Legenda Maroko Noureddine Naybet optimis timnya mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026 setelah sukses menjadi semifinalis pertama Afrika pada edisi 2022.
- Maroko akan kembali menghadapi Brasil dan Skotlandia di fase grup, dua lawan yang pernah mereka jumpai di Piala Dunia 1998 dengan hasil pahit.
- Naybet, yang kini melatih tim U-18 Maroko, menyebut skuad saat ini memiliki kedalaman dan kualitas untuk bersaing dengan tim-tim unggulan.
Noureddine Naybet, pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Maroko, percaya bahwa timnya memiliki potensi untuk kembali menembus babak semifinal Piala Dunia 2026. Keyakinan itu muncul setelah pencapaian bersejarah pada edisi 2022, ketika Maroko menjadi wakil Afrika pertama yang mencapai empat besar. Dalam wawancara dengan FIFA menjelang turnamen di Amerika Utara, Naybet menekankan bahwa skuad saat ini memiliki kombinasi pemain kelas dunia dan kedalaman skuat yang merata.
Bagi Naybet, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga. Ia menyebutnya sebagai puncak karier setiap pemain, melebihi gengsi Liga Champions. Pengalaman pribadinya di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat meninggalkan kesan mendalam, meski saat itu Maroko tersingkir di fase grup tanpa kemenangan. Kini, sebagai pelatih tim U-18 Maroko, ia akan menyaksikan langsung perjuangan generasi penerus di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Maroko tergabung di Grup E bersama Brasil, Skotlandia, dan satu tim lagi yang belum ditentukan. Jadwal pertandingan sudah ditetapkan: menghadapi Brasil pada 13 Juni dan Skotlandia pada 19 Juni. Bagi Naybet, duel melawan Brasil membawa kenangan pahit. Pada Piala Dunia 1998, Maroko kalah 0-3 dari Brasil di Nantes, dengan gol-gol dari Ronaldo, Rivaldo, dan Bebeto. Saat itu, ia mengakui timnya terlalu fokus pada lawan sehingga kehilangan kepercayaan diri.
โKami menghadapi negara dengan empat bintang di jersey, serangan fenomenal, dan pemain legendaris. Kesalahan kami adalah terlalu memikirkan Brasil, bukan diri sendiri,โ ujar Naybet. Kekalahan itu membuat Maroko harus bergantung pada hasil pertandingan lain. Meski mereka menang 3-0 atas Skotlandia, Norwegia secara dramatis mengalahkan Brasil di waktu tambahan, membuat Maroko tersingkir. โKami menangis di lapangan. Itu meninggalkan luka mendalam,โ kenangnya.
Kini, Maroko datang dengan modal berbeda. Prestasi 2022 membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan tim-tim besar seperti Spanyol dan Portugal. Naybet menegaskan, meski tidak diunggulkan di atas kertas, timnya memiliki ancaman nyata. โKami harus menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan. Dengan kualitas yang ada, siapa bilang kami tidak bisa menang?โ katanya.
Selain membahas peluang Maroko, Naybet juga mengenang masa-masa indahnya bersama Deportivo La Coruna. Selama delapan musim di Galicia, ia bermain bersama sejumlah pemain Brasil legendaris seperti Rivaldo, Mauro Silva, dan Djalminha. Ia menyebut Rivaldo sebagai seniman sepak bola, sementara Mauro Silva adalah pemimpin di lapangan. Bahasa Portugis yang dikuasainya sejak bermain di Sporting CP membantunya beradaptasi dengan cepat dengan rekan-rekan Brasilnya.
Menariknya, pelatih Argentina saat ini, Lionel Scaloni, yang pernah menjadi rekan setim Naybet di Deportivo, memasukkan namanya ke dalam tim terbaik sepanjang masa versinya, bersama dengan nama-nama besar seperti Messi dan Ronaldo. โScaloni sudah bersikap seperti pelatih bahkan sebelum menjadi pelatih. Dia selalu memotivasi kami,โ ujar Naybet.
Bagi Indonesia, perjalanan Maroko bisa menjadi inspirasi bahwa tim dari kawasan yang kerap dianggap underdog mampu bersaing di panggung tertinggi. Dengan persiapan matang dan mentalitas pantang menyerah, Maroko membuktikan bahwa mimpi untuk melangkah jauh di Piala Dunia bukanlah sekadar angan.



