Glasner dan Rangnick di Depan Pintu: AC Milan Siapkan Revolusi Struktur Klub
Baca dalam 60 detik
- Oliver Glasner menjadikan AC Milan sebagai tujuan utama dan menunggu panggilan resmi setelah pertemuan awal dengan manajemen.
- Ralf Rangnick, pelatih timnas Austria, masuk dalam bursa calon direktur teknis dan membawa tim kepercayaannya sendiri.
- Jika keduanya bergabung, peluang David Alaba pindah ke San Siro sebagai agen bebas meningkat berkat hubungan baik dengan Rangnick.

AC Milan tengah bersiap melakukan perombakan besar-besaran di tubuh klub setelah musim 2025-26 yang mengecewakan. Langkah pertama yang paling dinanti adalah penunjukan pelatih kepala baru, dan nama Oliver Glasner muncul sebagai kandidat terdepan. Mantan arsitek Crystal Palace itu dikabarkan telah menjadikan San Siro sebagai destinasi pilihannya dan kini hanya menunggu panggilan dari manajemen Rossoneri.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, agen Glasner telah bertemu dengan Zlatan Ibrahimovic dan pemilik klub Gerry Cardinale pekan lalu. Pertemuan itu disebut berlangsung positif, dan Glasner optimistis tawaran resmi akan segera tiba. Namun, Milan tidak hanya mencari pelatih. Mereka juga tengah memburu seorang direktur teknis yang mampu membangun ulang fondasi klub. Nama Ralf Rangnick, yang saat ini menukangi timnas Austria, menjadi pilihan utama.
Rangnick dikenal sebagai arsitek sepak bola modern yang gemar membawa tim kepercayaannya sendiri. Ia dikabarkan ingin menggandeng direktur Southampton Johannes Spors dan kepala pramuka Manchester United Christopher Vivell jika resmi bergabung. Kombinasi Glasner di bangku pelatih dan Rangnick di kursi direktur teknis bisa menjadi sinyal ambisi besar Milan untuk kembali ke papan atas Eropa.
Salah satu dampak paling menarik dari potensi duet Glasner-Rangnick adalah terbukanya pintu bagi David Alaba. Bek tengah asal Austria itu berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Real Madrid habis. Alaba, yang telah berusia 34 tahun, memang sempat mengalami masalah kebugaran musim ini, tetapi pengalamannya di level tertinggi tetap dianggap berharga. Hubungan dekatnya dengan Rangnick, yang juga pelatih timnas Austria, membuat langkahnya ke Milan semakin masuk akal.
Alaba sebelumnya telah ditawarkan ke sejumlah klub Italia, termasuk Inter Milan dan Juventus. Namun, jika Rangnick benar-benar bergabung, Milan akan menjadi tujuan paling logis. Manajemen Milan sadar akan risiko fisik yang melekat pada Alaba, tetapi yakin bahwa kepemimpinannya di ruang ganti bisa menjadi aset besar bagi skuad yang masih muda.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. AC Milan memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan setiap langkah restrukturisasi klub selalu menjadi sorotan. Jika Glasner dan Rangnick berhasil diikat, Milan tidak hanya akan mendapatkan pelatih dan direktur teknis berkualitas, tetapi juga potensi mendatangkan pemain bintang seperti Alaba. Ini bisa menjadi awal kebangkitan kembali raksasa Serie A yang sempat terpuruk.
Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Milan bergerak cepat atau justru kehilangan momentum? Dengan para kandidat yang sudah menunggu, keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah klub untuk musim-musim mendatang.



