El Shenawy: Mesir Siap Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kiper andalan Mesir, Mohamed El Shenawy, optimistis timnya bisa meraih kemenangan perdana di Piala Dunia setelah tiga edisi tanpa satu pun poin.
- Bersama Mohamed Salah dan Trezeguet, El Shenawy menjadi satu dari tiga pemain Mesir yang tampil di dua edisi Piala Dunia, membawa pengalaman berharga bagi skuad muda.
- Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru; target utama adalah lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya.
Kiper tim nasional Mesir, Mohamed El Shenawy, menegaskan ambisinya untuk membawa timnya meraih prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Bagi El Shenawy, ini bukan sekadar partisipasi keempat bagi Mesir, melainkan momentum untuk memutus catatan buruk: belum pernah meraih kemenangan dalam tiga edisi sebelumnya.
El Shenawy, yang kini menjadi kapten Al Ahly, merupakan salah satu dari tiga pemain Mesir yang akan tampil di dua Piala Dunia berbeda, bersama Mohamed Salah dan Trezeguet. Pengalaman delapan tahun lalu di Rusia, ketika ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga debut melawan Uruguay, menjadi modal berharga. "Kami dulu kurang pengalaman karena absen 28 tahun. Sekarang gambaran jauh lebih jelas," ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan FIFA.
Mesir tergabung dalam Grup G yang berat bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru. Namun, El Shenawy menilai persaingan ketat justru menguntungkan. "Kami akan menghadapi tim-tim kuat, itu membuat kami siap tempur sejak awal," katanya. Target pertama yang realistis adalah melaju ke babak gugur, sesuatu yang belum pernah diraih Mesir sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kiper berusia 35 tahun itu tidak menampik ambisi pribadinya untuk membawa pulang trofi. "Saya bertekad melangkah sejauh mungkin. Mimpi saya adalah mengangkat Piala Dunia," tegasnya. Namun, ia tetap realistis dengan pendekatan bertahap: "Langkah pertama adalah lolos dari grup, lalu kami lihat satu per satu."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 bisa menjadi cermin bagi tim-tim Asia Tenggara yang tengah berjuang menembus elite global. Pengalaman El Shenawy menunjukkan bahwa konsistensi dan keberanian bermimpi besar adalah kunci. Mesir, yang sempat absen 28 tahun, kini kembali dengan skuad yang lebih matang. Pertanyaan besarnya: akankah mereka akhirnya memecahkan telur?
Jawabannya akan mulai terjawab saat Mesir menghadapi Belgia di laga pembuka grup. El Shenawy mengingat pertemuan sebelumnya, tapi menekankan situasi kini berbeda. "Yang terpenting kami percaya diri dan bisa meraih kemenangan," pungkasnya.



