JT Poston Kunci Tiket The Open Usai Menangi Memorial Tournament Lewat Play-off
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Amerika JT Poston mengalahkan Ryan Gerard dalam play-off dua hole untuk merebut gelar Memorial Tournament, sekaligus mengamankan tiket ke The Open Championship bulan depan.
- Poston nyaris kehilangan keunggulan empat pukulan setelah melakukan empat bogey di 13 hole awal, namun bangkit dengan birdie di hole terakhir regulasi.
- Kemenangan ini menjadi gelar PGA Tour keempat Poston dan yang terbesar dalam kariernya, mengingat turnamen ini merupakan salah satu event bergengsi di kalender golf.

JT Poston akhirnya memecah kebuntuan gelar PGA Tour sejak 2024 dengan cara yang dramatis. Pegolf Amerika Serikat berusia 33 tahun itu memenangi Memorial Tournament di Muirfield Village, Ohio, setelah mengalahkan Ryan Gerard dalam babak play-off dua hole, Minggu (8/6). Kemenangan ini sekaligus memberinya tiket menuju The Open Championship bulan depan.
Poston memasuki putaran final dengan keunggulan empat pukulan setelah cuaca buruk pada Sabtu memaksa putaran ketiga diselesaikan Minggu pagi. Namun, keunggulan itu nyaris lenyap akibat empat bogey dalam 13 hole awal. Tommy Fleetwood dari Inggris sempat memimpin usai hole ke-15, tetapi gagal di hole ke-17 dan harus puas berbagi posisi keempat dengan Sam Burns pada 10 under par.
Di sisi lain, Poston bangkit dengan birdie di hole ke-18 untuk mencatat skor even-par 72 dan menyamai skor Gerard pada 12 under par. Keduanya gagal memasukkan birdie di play-off pertama, namun Poston sukses di kesempatan kedua untuk merebut gelar keempatnya di PGA Tour. Wyndham Clark finis ketiga dengan skor 11 under setelah mencatat 67 pada putaran final.
Peringkat satu dunia Scottie Scheffler, yang berusaha menyamai rekor Tiger Woods dengan tiga kemenangan beruntun di Memorial, hanya mampu finis di posisi ke-12 bersama Justin Rose dan Rory McIlroy. Scheffler tidak pernah benar-benar mengancam pimpinan klasemen sepanjang akhir pekan.
Bagi penggemar golf Indonesia, kemenangan Poston menegaskan bahwa konsistensi di bawah tekanan adalah kunci di turnamen level elite. Meski bukan nama sebesar Scheffler atau McIlroy, Poston membuktikan bahwa pemain peringkat menengah pun bisa merebut gelar bergengsi jika mampu mengelola emosi dan strategi di akhir pekan. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pegolf Tanah Air yang berlaga di sirkuit Asia atau internasional: jangan pernah menyerah meski sempat kehilangan keunggulan besar.
Dengan tiket The Open di tangan, Poston akan bergabung dengan deretan pegolf top dunia di Royal Portrush, Irlandia Utara, bulan depan. Turnamen major terakhir tahun ini akan menjadi ujian sejati bagi kemampuan Poston di panggung terbesar. Akankah ia mampu mengulangi performa gemilangnya di Memorial? Atau justru menjadi satu dari sekian banyak juara turnamen biasa yang gagal bersinar di major? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



