Hamilton Yakin Bisa Menangi GP Monako Meski Start Posisi Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton start dari posisi ketiga di GP Monako setelah kalah cepat dari Verstappen dan Antonelli di kualifikasi.
- Pembalap Ferrari itu mengandalkan start cepat dan kemungkinan hujan untuk menembus dominasi Red Bull dan Mercedes.
- Monako dikenal sulit menyalip, namun Hamilton pernah menang dari posisi ketiga pada 2016.
Lewis Hamilton masih percaya diri bisa meraih kemenangan perdananya bersama Ferrari di Grand Prix Monako, meski harus puas start dari posisi ketiga pada Minggu (8/6). Pebalap asal Inggris itu mengakui tantangan besar menanti di sirkuit jalan raya Monako yang sempit dan minim peluang menyalip, namun ia menegaskan tidak ada yang mustahil.
Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung ketat pada Sabtu (7/6), Hamilton sempat memuncaki catatan waktu di menit-menit akhir Q3. Namun, dua pebalap lainโMax Verstappen (Red Bull) dan pemimpin klasemen Kimi Antonelli (Mercedes)โberhasil merebut posisi terdepan. Hamilton finis dengan selisih hanya 0,2 detik dari pole position, sementara rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, harus puas di posisi keempat setelah menabrak pembatas pada lap terakhirnya.
Bagi Ferrari, hasil ini menjadi pukulan telak. Tim asal Italia itu belum pernah menang sejak Carlos Sainz di Meksiko 2024, dan Monako seharusnya menjadi peluang emas karena karakter tikungan lambat yang tidak terlalu bergantung pada tenaga mesin. Namun, performa Ferrari justru menurun drastis dari sesi latihan bebas ke kualifikasi, sebuah fenomena yang membuat Hamilton kebingungan.
Hamilton sendiri mengakui bahwa balapan di Monako kerap berjalan monoton karena mobil sulit saling mendekat. "Mobil jadi overheat, rem juga overheat dengan kondisi trek seperti ini," ujarnya. Meski begitu, ia berencana untuk memberikan tekanan sejak awal dan memanfaatkan kesalahan lawan. "Saya akan coba mengganggu mereka (Antonelli dan Verstappen) sebanyak mungkin, memaksa mereka melebar di tikungan," tambah juara dunia tujuh kali itu.
Musim 2025 memang belum berjalan mulus bagi Hamilton. Setelah pindah dari Mercedes ke Ferrari, performanya sempat mengecewakan. Namun, tren positif mulai terlihat: ia finis kedua di Kanada pada balapan sebelumnya dan berhasil mengungguli Leclerc dalam dua sesi kualifikasi beruntun. "Ini soal kepercayaan diri. Saya merasa mampu, mobil terasa enak, dan hubungan dengan tim baik," kata Hamilton yang tampil dengan helm merah muda menyala dan didampingi kekasihnya, Kim Kardashian.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, balapan Monako selalu menjadi tontonan menarik karena drama dan ketidakpastiannya. Sirkuit sepanjang 3,3 km yang melintasi jalan-jalan sempit Monako sering kali menghasilkan kejutan, seperti kemenangan Hamilton dari posisi ketiga pada 2016. Pertanyaannya, akankah Ferrari mampu memutus puasa kemenangan dan memberikan podium perdana bagi Hamilton? Atau justru Verstappen dan Antonelli akan kembali mendominasi? Jawabannya akan terungkap pada Minggu sore.



