Bath Amankan Tiket Semifinal Kandang, Du Toit Cetak Hattrick Penentu
Baca dalam 60 detik
- Bath mengalahkan Leicester Tigers 27-24 dalam laga pamungkas Premiership, memastikan posisi kedua dan hak menjadi tuan rumah semifinal.
- Pilar Afrika Selatan Thomas du Toit mencetak tiga try pertamanya dalam karier, menjadi pahlawan kemenangan Bath di The Rec.
- Leicester harus puas di peringkat keempat dan akan menghadapi pemuncak klasemen Northampton Saints di semifinal tandang.

Bath Rugby memastikan tempat kedua klasemen Premiership dan hak menjadi tuan rumah semifinal setelah menumbangkan Leicester Tigers 27-24 dalam laga sengit di The Rec, Sabtu (8/6). Kemenangan ini sekaligus mengatur ulang peta persaingan menuju final, dengan Bath akan menjamu Exeter Chiefs pekan depan.
Laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan ini menyajikan drama hingga detik-detik akhir. Leicester sempat menyamakan kedudukan 17-17 sebelum turun minum, namun hattrick pilar Bath, Thomas du Toit, pada babak kedua menjadi pembeda. Tendangan konversi yang gagal dari pemain sayap Leicester, George Pearson, dua menit sebelum peluit panjang memastikan kemenangan tipis tuan rumah.
Bagi Bath, ini adalah semifinal kandang ketiga berturut-turutโsebuah konsistensi yang jarang terjadi di era profesional. Direktur Rugby Bath, Johann van Graan, tidak menyembunyikan kebanggaannya. โKami bekerja 46 pekan untuk sampai di posisi ini. Kami sangat sulit dikalahkan di kandang sendiri, dan kami sudah tidak sabar menanti laga pekan depan,โ ujarnya kepada BBC Radio Somerset.
Di sisi lain, Leicester Tigers harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan ini, ditambah kemenangan Exeter atas Saracens, membuat mereka turun ke peringkat keempat. Alhasil, anak asuh Geoff Parling harus menjalani semifinal tandang melawan pemuncak klasemen dan rival berat, Northampton Saints, pada Jumat (14/6) mendatang. Parling mengakui timnya kalah dalam mengelola kondisi lapangan basah di babak pertama. โSaya frustrasi, tapi bangga. Kami melakukan banyak hal baik, dan dengan lima menit tambahan mungkin hasilnya bisa berbeda,โ katanya.
Pertandingan diawali dengan kejutan ketika mantan pemain Bath, James O'Connor, mengirim Orlando Bailey untuk mencetak try pertama hanya tiga menit setelah kick-off. Namun, keunggulan Leicester tidak bertahan lama. Du Toit, pilar berusia 28 tahun asal Afrika Selatan, membalas dengan dua try beruntun dalam waktu sepuluh menit. Joe Cokanasiga kemudian menambah keunggulan Bath sebelum Jack van Poortvliet menyamakan skor menjelang istirahat.
Babak kedua menjadi milik Du Toit. Ia menuntaskan hattrick-nya dengan try ketiga yang memanfaatkan tekanan bertubi-tubi Bath di garis pertahanan Tigers. Meski mendominasi, Bath gagal menambah poin dan harus bertahan mati-matian saat Cokanasiga mendapat kartu kuning. Leicester memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak try penutup melalui Pearson, namun tendangan konversi Bailey melenceng.
Bagi pecinta rugby di Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menampilkan gaya rugby Inggris yang keras dan taktis. Dengan persaingan yang semakin ketat menuju final, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Bath mempertahankan performa kandangnya melawan Exeter, atau justru Leicester yang akan bangkit dan mengejutkan Northampton?



