Liverpool Buru Bradley Barcola sebagai Alternatif Mahal di Tengah Ancaman Kehilangan Bintang Muda
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengincar winger PSG Bradley Barcola dengan banderol €130 juta setelah target utama Yan Diomande sulit direalisasikan.
- Kehadiran pelatih baru Andoni Iraola membuat klub harus bergerak cepat memperkuat sayap, terutama jika Rio Ngumoha hengkang ke Bayern Munich.
- Barcola, yang telah mencetak 34 gol dan 28 assist sejak 2024/25, dinilai sebagai solusi instan untuk menjaga daya saing Liverpool di Premier League.

Liverpool dikabarkan siap mengalihkan perhatian ke bintang Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, setelah upaya mendatangkan Yan Diomande dari Jerman menemui kendala harga selangit. Klub asal Merseyside itu menghadapi tekanan ganda: mempertahankan talenta muda Rio Ngumoha yang diburu Bayern Munich, sekaligus memenuhi kebutuhan instan di lini depan di bawah pelatih anyar Andoni Iraola.
Musim lalu menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Setelah merebut gelar Premier League 2024/25 dengan meyakinkan, performa tim anjlok di bawah Arne Slot, yang akhirnya dipecat. Iraola, yang sukses bersama Bournemouth, kini ditugaskan membangun ulang skuad. Namun, salah satu sumber frustrasi adalah minimnya menit bermain Ngumoha—pemain termuda yang mencetak gol di Premier League musim lalu—yang hanya lima kali menjadi starter. Bayern Munich siap memanfaatkan situasi ini untuk membajak pemain 17 tahun tersebut.
Di tengah ketidakpastian itu, FSG, pemilik Liverpool, tetap menjadikan Diomande sebagai target utama. Namun, klub Jerman itu mematok harga sembilan digit, membuat Liverpool enggan mengeluarkan dana sebesar musim lalu saat sporting director Richard Hughes merombak lini serang. Menurut laporan le10sport, Liverpool kini melirik Barcola, yang masa depannya di PSG tidak menentu. Kontrak pemain Prancis itu tersisa dua tahun, dan PSG siap melepasnya dengan banderol sekitar €130 juta (£112 juta)—setara dengan harga Diomande.
Barcola, yang kini berusia 23 tahun, memiliki gaya bermain mirip Ngumoha—licin saat menggiring bola dan eksplosif di sayap kiri. Namun, dengan pengalaman enam tahun lebih banyak, ia dinilai lebih siap menjadi starter. Meski kehadiran Khvicha Kvaratskhelia membatasi menit bermainnya, Barcola tetap menjadi ancaman konstan. Jika Liverpool berhasil merekrutnya, celah kualitas di lini depan yang ditinggalkan Mohamed Salah bisa segera tertutup.
Keputusan Liverpool untuk memburu Barcola juga dipengaruhi kebutuhan Iraola akan hasil instan. Manajer asal Spanyol itu tidak bisa mengulang kesalahan Slot yang terlalu bergantung pada pemain muda. "Iraola perlu membuat dampak cepat, dan mendatangkan pemain kelas dunia seperti Barcola akan membantu," demikian analisis dari pengamat sepak bola Eropa. Namun, risiko kehilangan Ngumoha secara gratis musim depan tetap menghantui.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Liverpool ini menarik diamati. Klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air ini tengah berada di persimpangan: mempertahankan filosofi merekrut pemain muda atau berinvestasi besar untuk hasil jangka pendek. Jika Barcola bergabung, ia akan menjadi salah satu pemain termahal di Premier League, sekaligus menandai perubahan strategi transfer Liverpool di era Iraola. Pertanyaannya, apakah FSG bersedia merogoh kocek dalam untuk satu pemain, atau justru akan kehilangan dua bintang sekaligus?



