Dewa United Curi Game 1 Semifinal IBL Lewat Dramatisasi Tip-In Troy Gillenwater
Baca dalam 60 detik
- Troy Gillenwater mencetak 35 poin dan melakukan tip-in kemenangan saat waktu tersisa 0,4 detik, membawa Dewa United menang 78-76 atas Pelita Jaya di PJ Arena.
- Dewa United nyaris kehilangan keunggulan 22 poin setelah Pelita Jaya bangkit di babak kedua, dipimpin tripoin penyama Andakara Prastawa Dhyaksa pada 15 detik terakhir.
- Kekalahan ini menjadi yang keempat kalinya bagi Pelita Jaya di kandang sendiri dari Dewa United dalam dua musim terakhir, namun mereka masih memiliki dua kesempatan di Game 2 dan 3.

Jakarta โ Troy Gillenwater menjadi pahlawan Dewa United Banten setelah tip-in-nya pada detik-detik akhir memastikan kemenangan 78-76 atas Pelita Jaya Basketball di PJ Arena, Sabtu (6/6) malam. Hasil ini membuat Dewa United unggul 1-0 dalam semifinal IBL GoPay 2026 yang menggunakan format best-of-five.
Drama terjadi ketika Dewa United yang sempat memimpin 22 poin di babak pertama hampir kehilangan kendali. Pelita Jaya perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor 76-76 lewat tembakan tiga angka Andakara Prastawa Dhyaksa pada 15 detik terakhir. Momen itu membangkitkan semangat tuan rumah yang sebelumnya tertinggal hampir sepanjang laga.
Namun, Dewa United tidak menyerah. Donell Cooper II mengirim bola ke Rio Disi yang bebas di sudut lapangan, tetapi tembakannya gagal. Beruntung, Gillenwater memantulkan bola masuk melalui tip-in. Setelah wasit meninjau tayangan ulang, poin tersebut disahkan dengan sisa waktu 0,4 detik. Upaya terakhir Jeffree Withey dari Pelita Jaya gagal, memastikan kemenangan dramatis bagi tim tamu.
Kemenangan ini menjadi yang keempat kalinya bagi Dewa United di kandang Pelita Jaya dalam dua musim terakhir, termasuk di final IBL 2025. Rekor buruk ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pelita Jaya yang masih memiliki dua kesempatan di Game 2 (8/6) dan Game 3 (jika diperlukan) untuk membalikkan keadaan.
Joshua Ibarra, pemain Dewa United, mengakui bahwa Pelita Jaya melakukan penyesuaian yang baik di babak kedua. โKami banyak belajar dari pertandingan ini, khususnya bagaimana harus tampil lebih baik di kuarter ketiga agar kejadian seperti ini tidak terulang,โ ujarnya usai laga.
Dari sisi Pelita Jaya, kontribusi pemain cadangan seperti Andakara Prastawa Dhyaksa dengan 16 poin menjadi sinyal positif. Namun, kegagalan mempertahankan momentum di kuarter keempat menjadi catatan kritis. Pelatih Pelita Jaya harus segera merapatkan pertahanan untuk mengantisipasi agresivitas Gillenwater yang menjadi momok di area paint.
Pertandingan Game 2 akan digelar di tempat yang sama pada Selasa (8/6) pekan depan. Jika Pelita Jaya mampu memanfaatkan keunggulan kandang, seri ini masih panjang. Sebaliknya, jika Dewa United kembali menang, mereka akan melangkah ke final dengan modal dua kemenangan beruntun.