Leeds United dan Seni Berburu Striker Gratis: Calvert-Lewin, 'Radebe Baru' di Elland Road
Baca dalam 60 detik
- Leeds United menempati posisi ketiga Premier League berkat kontribusi Dominic Calvert-Lewin, penyerang yang direkrut gratis dari Everton.
- Kesuksesan Calvert-Lewin mengingatkan pada transfer murah Lucas Radebe pada 1994, yang menjadi legenda klub dengan mahar hanya £250 ribu.
- Jika mampu mengantar Leeds ke kompetisi Eropa, Calvert-Lewin berpotensi dikenang setara ikon-ikon Elland Road meski datang tanpa biaya transfer.

Leeds United kembali mencuri perhatian di Premier League. Posisi ketiga yang mereka tempati saat ini tidak lepas dari ketajaman Dominic Calvert-Lewin, penyerang yang didatangkan secara gratis dari Everton pada musim panas 2025. Keputusan itu awalnya diragukan, tetapi kini terbukti menjadi salah satu transfer paling menguntungkan klub dalam beberapa dekade terakhir.
Calvert-Lewin bukan sosok asing di liga Inggris. Ia sempat dianggap rentan cedera setelah hanya mencetak 18 gol dalam empat musim terakhirnya bersama Everton. Namun, sejak bergabung dengan Leeds, mantan pemain Timnas Inggris itu menjelma menjadi ujung tombak yang tajam. Musim lalu ia mencetak 15 gol dari 39 penampilan di semua kompetisi, memaksa manajer Daniel Farke menyebutnya sebagai salah satu striker Inggris terbaik di Premier League.
Pada musim 2026/27, performa Calvert-Lewin semakin moncer. Empat gol dalam enam pertandingan pembuka mengantar Leeds ke papan atas. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Elland Road kembali menyaksikan malam-malam Eropa untuk pertama kalinya sejak 2002/03.
Kisah Calvert-Lewin mengingatkan pada transfer bersejarah Lucas Radebe. Pada 5 September 1994, Leeds mendatangkan dua pemain Afrika Selatan, Phil Masinga dan Lucas Radebe, dengan total biaya hanya £250 ribu. Radebe kemudian menghabiskan 11 tahun di Elland Road, mencatatkan 262 penampilan, dan menjadi salah satu bek tengah terbaik dalam sejarah klub. Ia bahkan kapten tim saat finis ketiga di bawah David O'Leary pada 1999/00 dan mengantar Leeds ke Liga Champions.
"Saya merasa menjadi bagian dari Leeds. Dari jalanan Soweto hingga berkarier di Inggris dan Premier League. Bagi saya, ini adalah penghargaan untuk orang-orang Leeds. Mereka menerima saya sebagai salah satu dari mereka. Saya seperti orang Yorkshire." – Lucas Radebe
Perjalanan Radebe tidak mulus. Sebelum bergabung, ia tertembak di punggung saat bermain di Afrika Selatan, yang membuatnya absen dari pantauan Besiktas. Di Inggris, ia harus beradaptasi dengan iklim dan sempat mengalami cedera ACL pada musim debut. Meski sering dihantam cedera, ketangguhannya membuatnya dicintai publik Elland Road. Transfer £250 ribu itu pun menjadi salah satu pembelian terbaik dalam sejarah Leeds.
Di era sepak bola modern yang penuh pemborosan, kisah Calvert-Lewin menjadi anomali. Chelsea menghabiskan £117 juta untuk Morgan Rogers, sementara Manchester City merekrut Elliot Anderson seharga £116 juta. Leeds sendiri tidak tinggal diam; mereka mengeluarkan £34,1 juta untuk bek tengah raksasa Tarik Muharemovic dari Sassuolo. Namun, nilai kejutan justru datang dari transfer gratis Calvert-Lewin.
Bagi klub promosi seperti Leeds, menemukan pencetak gol adalah prioritas utama. Calvert-Lewin menjawab kebutuhan itu dengan cara yang tak terduga. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi pemimpin di lini depan. Jika mampu membawa Leeds kembali ke kompetisi Eropa, namanya akan disejajarkan dengan legenda seperti Mark Viduka dan Jimmy Floyd Hasselbaink.
Pertanyaannya, akankah Calvert-Lewin bertahan dan mengukir sejarah lebih besar, atau justru menjadi korban berikutnya dari pasar transfer yang tak kenal loyalitas? Yang jelas, Leeds telah membuktikan bahwa terkadang pembelian terbaik adalah yang tidak berbayar.



