Arsenal Incar Bek Muda PSG Mbemba, Siapkan Skema Pinjaman hingga 2027
Baca dalam 60 detik
- Arsenal resmi mendekati bek remaja PSG, Emmanuel Mbemba, untuk bergabung gratis pada bursa transfer musim panas ini.
- Klub London Utara itu menjanjikan peminjaman ke Eropa hingga Januari 2027 demi memudahkan perolehan izin kerja pemain Prancis tersebut.
- Mbemba, yang lebih sering bermain sebagai bek tengah, diproyeksikan Arsenal sebagai opsi jangka panjang di posisi bek kiri.

Arsenal mengambil langkah awal untuk mengamankan jasa bek muda Paris Saint-Germain, Emmanuel Mbemba, yang kontraknya akan habis pada akhir Juni. Klub Premier League itu telah melakukan pendekatan langsung kepada pemain berusia 18 tahun tersebut, yang dikabarkan terbuka meninggalkan raksasa Ligue 1 Prancis meski telah ditawari kontrak baru.
Mbemba, yang merupakan kapten tim U-19 PSG saat meraih gelar Piala Pemuda Prancis di Stade de France, menjadi incaran Arsenal setelah menonjol di level junior. The Gunners, yang musim lalu sukses mempertahankan gelar juara Premier League, melihat potensi besar pada pemain yang juga pernah memperkuat timnas muda Prancis itu.
Yang menarik, Arsenal tidak hanya menawarkan tempat di skuad utama, tetapi juga menyusun rencana pengembangan jangka panjang. Menurut sumber internal klub, Mbemba akan dipinjamkan ke klub Eropa lainnya hingga Januari 2027. Skema ini dirancang untuk memberinya waktu mendapatkan izin kerja di Inggris, sekaligus mengumpulkan pengalaman bermain reguler di level senior.
Keputusan Mbemba untuk lebih memilih Arsenal bukan tanpa alasan. Ia disebut terkesan dengan stabilitas dan kesuksesan yang diraih tim asuhan Mikel Arteta dalam beberapa musim terakhir. Manajer asal Spanyol itu dikenal gemar memberikan kesempatan kepada pemain muda, seperti terlihat dari promosi Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe ke tim utama.
Bagi Arsenal, merekrut Mbemba secara gratis merupakan langkah cerdas di tengah ketatnya regulasi Financial Fair Play. Dengan kompensasi pelatihan yang hanya sekitar Β£150.000, risiko finansial sangat kecil. Jika pemain berkembang sesuai harapan, nilai pasarnya bisa melonjak drastis dalam beberapa tahun.
Dari sisi taktik, Arsenal melihat Mbemba sebagai solusi jangka panjang di posisi bek kiri, yang saat ini diisi oleh Oleksandr Zinchenko dan Jakub Kiwior. Meski belum berpengalaman di Premier League, kecepatan dan kemampuannya membaca permainan dinilai cocok dengan sistem Arteta yang membutuhkan bek sayap ofensif.
Langkah Arsenal ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Meski tidak ada koneksi langsung dengan sepak bola Tanah Air, kebijakan klub-klub Eropa merekrut pemain muda berbakat dengan biaya murah lalu meminjamkannya untuk mendapatkan izin kerja bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang ingin mengembangkan pemain lokal. Pola serupa bisa diterapkan untuk mengirim pemain muda Indonesia ke klub Eropa dengan skema pinjaman awal.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Mbemba akan mampu mengikuti jejak Saliba yang kini menjadi pilar utama Arsenal? Atau akankah ia menjadi bagian dari generasi emas baru Prancis yang bersinar di Premier League? Hanya waktu yang akan membuktikan.



