Inter Milan Siapkan Revolusi Skuad Usai Raih Double Domestik
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan akan kehilangan sejumlah pilar seperti Yann Sommer, Matteo Darmian, dan Denzel Dumfries pada bursa transfer mendatang.
- Josep Martinez dipromosikan menjadi kiper utama, sementara dua bek tengah baru seperti Oumar Solet dan Tarik Muharemovic menjadi target.
- Marcus Thuram tetap dipertahankan meski memiliki klausul rilis €80 juta, menunjukkan ambisi Inter mempertahankan inti tim.

Inter Milan tengah bersiap menghadapi musim depan dengan perubahan besar di tubuh skuad, setelah sukses meraih gelar ganda domestik di bawah asuhan Cristian Chivu. Keberhasilan tersebut tidak membuat manajemen berpuas diri; sejumlah pemain kunci dipastikan hengkang, sementara beberapa nama baru sudah masuk dalam daftar belanja.
Perombakan paling mencolok terjadi di lini pertahanan. Tiga bek senior—Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij—dikabarkan akan pergi setelah kontrak mereka berakhir pada 30 Juni. Sebagai gantinya, Inter membidik dua bek tengah baru: Oumar Solet dari Udinese dan Tarik Muharemovic, yang kabarnya sudah mencapai kesepakatan prinsip dengan klub. Gianluca Mancini dari Roma juga masuk dalam radar.
Di posisi penjaga gawang, Yann Sommer akan hengkang sebagai agen bebas, membuka jalan bagi Josep Martinez untuk menjadi kiper utama mulai musim 2026-27. Martinez dinilai telah cukup matang setelah menjalani masa adaptasi di klub. Inter juga berencana mendatangkan kiper pelapis berkualitas tinggi untuk menambah kedalaman.
Di sisi sayap, Denzel Dumfries menjadi salah satu nama yang paling santer dikabarkan pergi. Bek kanan asal Belanda itu disebut-sebut akan bergabung dengan Real Madrid dengan nilai transfer €20 juta. Inter menyiapkan Marco Palestra dari Atalanta sebagai pengganti potensial.
Lini tengah juga tidak luput dari perhatian. Inter dikabarkan mengincar Manu Koné dari Roma sebagai pengisi slot gelandang. Pemain muda Prancis itu dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tim. Sementara itu, di lini depan, Chivu diperkirakan tetap mempertahankan formasi tiga bek dengan dua penyerang. Lautaro Martinez, Francesco Pio Esposito, Ange-Yoan Bonny, dan Marcus Thuram menjadi andalan utama.
Satu nama yang patut diwaspadai adalah Marcus Thuram. Penyerang asal Prancis itu memiliki klausul rilis sebesar €80 juta dalam kontraknya. Meski demikian, Inter tidak berniat melepasnya kecuali klausul tersebut diaktifkan. Sikap ini menunjukkan tekad klub untuk mempertahankan inti tim yang telah terbukti sukses.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perombakan Inter ini menarik untuk dicermati. Dengan banyaknya pemain Italia yang hengkang, peluang bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk menembus skuad utama mungkin semakin terbuka jika performa konsisten ditunjukkan. Namun, persaingan di Serie A tetap ketat, dan Inter jelas tidak ingin kehilangan momentum.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Chivu mampu mempertahankan konsistensi tim di tengah gelombang perubahan ini. Dengan target mempertahankan scudetto dan bersaing di Eropa, setiap keputusan transfer akan menjadi krusial. Akankah strategi peremajaan ini membawa Inter ke level yang lebih tinggi, atau justru mengganggu harmoni yang sudah terbangun?



