Dewa United Bangkit dari Defisit 17 Poin, Pelita Jaya Gagal Manfaatkan Keunggulan di Kandang
Baca dalam 60 detik
- Dewa United Banten membalikkan keadaan setelah tertinggal 17 poin di kuarter pertama, menutup babak pertama dengan keunggulan 44-41 atas Pelita Jaya.
- Kesalahan sendiri berupa sembilan turnover dan akurasi free throw yang buruk menjadi biang kerok runtuhnya dominasi Pelita Jaya di kandang sendiri.
- Pelatih Dewa United mengingatkan timnya untuk tetap fokus karena pertandingan semifinal best-of-five masih panjang.

Semifinal IBL GoPay 2026 antara Pelita Jaya Basketball dan Dewa United Banten menyajikan drama menegangkan sejak menit awal. Tertinggal 17 poin di kuarter pertama, Dewa United justru berbalik unggul 44-41 saat turun minum di PJ Arena, Jakarta, Senin (8/6) malam. Keunggulan besar yang dibangun tuan rumah sirna dalam tempo kurang dari satu kuarter.
Pelita Jaya, yang sebelumnya kalah di Game 1, tampil agresif sejak tip-off. Dalam lima setengah menit pertama, mereka memimpin 18-7 berkat permainan cepat yang digawangi Perrin Buford. Andakara Prastawa Dhyaksa dan Brandon Jawato dari bangku cadangan juga memberikan kontribusi berarti, membuat skor kuarter pertama menjadi 26-18 untuk tuan rumah. Namun, ritme permainan Pelita Jaya mendadak patah di kuarter kedua.
Rentetan turnover dan pelanggaran yang tidak perlu menjadi penyebab utama kemerosotan performa tim besutan pelatih Pelita Jaya. Catatan statistik menunjukkan Pelita Jaya melakukan sembilan turnover di babak pertama, enam di antaranya terjadi di kuarter kedua. Dewa United mampu mengkonversi setiap kesalahan tersebut menjadi 15 poin. Lebih dari itu, akurasi tembakan bebas Dewa United yang mencapai 13 dari 14 percobaan (92,9%) menjadi faktor pembeda, sementara Pelita Jaya yang sempat memiliki field goal percentage di atas 55% di kuarter pertama justru kehilangan ketajaman.
Puncak kebangkitan Dewa United terjadi ketika layup Hardianus membawa tim tamu berbalik unggul 30-29. Sejak saat itu, Dewa United tidak pernah lagi tertinggal. Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, menekankan pentingnya konsistensi fokus. "Kami tidak boleh kehilangan fokus. Karena ini semifinal dan lawan kami adalah Pelita Jaya. Masih jauh dari kata selesai, karena ini baru 20 menit. Kami masih punya 20 menit lagi yang harus dijalani," ujarnya saat jeda pertandingan.
Bagi Pelita Jaya, kekalahan di kandang sendiri pada laga semifinal best-of-five menjadi pukulan telak. Mereka sudah kalah di Game 1 dan bertekad tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan besar justru membuat posisi mereka semakin tertekan. Jika tidak segera memperbaiki disiplin permainan, terutama dalam mengontrol bola dan mengurangi pelanggaran, langkah Pelita Jaya menuju final bisa terhenti lebih awal.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Pelita Jaya bangkit di sisa pertandingan, atau Dewa United akan terus memanfaatkan momentum untuk mengunci kemenangan? Semifinal IBL musim ini membuktikan bahwa keunggulan poin bukan jaminan, dan ketahanan mental menjadi penentu utama.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985719/original/080407800_1730289959-000_HKG2004072157398.jpg)