Ethereum Terkoreksi 8% dalam Sehari, Sentimen Ekstrem Picu Aksi Jual
Baca dalam 60 detik
- Harga Ethereum ambles 8,05% ke US$1.638,21 dalam 24 jam terakhir, lebih dalam dari penurunan Bitcoin, seiring aksi jual massal aset kripto berisiko tinggi.
- Data derivatif menunjukkan minat terbuka perpetual turun 6,79% dan tingkat pendanaan rata-rata merosot 57,22%, mengindikasikan penutupan posisi beli leverage tanpa likuidasi besar.
- ETF Ethereum spot AS mencatatkan arus masuk bersih US$18,87 juta pada 4 Juni, memutus tren arus keluar 17 hari berturut-turut, memberi sinyal positif bagi institusi.

Harga Ethereum (ETH) anjlok 8,05 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$1.638,21, mencatatkan kinerja lebih buruk dibandingkan penurunan pasar kripto secara umum. Aksi jual ini dipicu oleh sentimen ketakutan ekstrem yang mendorong investor meninggalkan aset berisiko tinggi, termasuk altcoin.
Penurunan Ethereum tidak terlepas dari pelemahan sektor altcoin secara luas dan penurunan dominasi pasar ETH terhadap kapitalisasi pasar kripto. Data perdagangan menunjukkan dominasi Ethereum merosot dari 9,77 persen menjadi 9,34 persen hanya dalam satu hari. Kondisi ini menempatkan ETH sebagai aset dengan beta tinggiโsaat pasar dilanda ketakutan, harganya jatuh lebih dalam karena investor mencari perlindungan ke aset yang lebih aman seperti Bitcoin atau stablecoin.
Meski demikian, sejumlah analis kripto menilai tekanan jual ini bukan karena faktor spesifik Ethereum, melainkan gejala dari struktur pasar kripto yang ketat. โTidak ada katalis negatif khusus untuk Ethereum. Pergerakan harga saat ini lebih ditentukan oleh sentimen pasar secara keseluruhan dan arah Bitcoin,โ ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya.
Data derivatif mengonfirmasi pelemahan ini. Minat terbuka kontrak perpetual Ethereum turun 6,79 persen, sementara tingkat pendanaan rata-rata ambles 57,22 persen dalam 24 jam. Angka tersebut menunjukkan bahwa para trader menutup posisi beli dengan leverage, menambah tekanan jual tanpa adanya gelombang likuidasi besar-besaran. Level support psikologis terdekat berada di US$1.600.
Di tengah tekanan jual, muncul secercah harapan dari arus masuk dana institusional. ETF Ethereum spot di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$18,87 juta pada 4 Juni, mengakhiri rangkaian arus keluar selama 17 hari berturut-turut. BlackRock melalui iShares Ethereum Trust (ETHA) menjadi motor utama dengan arus masuk US$19,26 juta, sementara produk staking-nya mencatat arus keluar kecil. Pembalikan ini terjadi setelah periode penarikan dana terpanjang untuk produk-produk tersebut, yang sebelumnya dipicu oleh ketidakpastian pasar dan aksi ambil untung.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Ethereum ini patut dicermati mengingat ETH merupakan salah satu aset kripto paling populer di platform perdagangan lokal. Sentimen ketakutan ekstrem yang melanda pasar global juga berdampak pada volume transaksi di bursa domestik. Namun, arus masuk ETF menunjukkan bahwa institusi mulai melihat harga saat ini sebagai titik masuk yang menarik untuk eksposur langsung.
Kendati demikian, satu hari arus masuk belum cukup untuk mengonfirmasi perubahan tren. Diperlukan aliran positif beruntun untuk memvalidasi pergeseran sentimen. Pertanyaan besarnya: akankah ETF Ethereum mampu mempertahankan daya tariknya di tengah volatilitas tinggi, atau justru menjadi bumerang jika tekanan jual berlanjut?



