Bitcoin Cash Terjun Bebas 30% dalam Sepekan, Sentimen Pasar Kripto Makin Muram
Baca dalam 60 detik
- Harga Bitcoin Cash ambles 3% ke $214,5 dalam sehari, dipicu aksi jual masif di pasar kripto yang dilanda ketakutan ekstrem.
- Penurunan BCH mencapai dua kali lipat dari Bitcoin, mencerminkan volatilitas tinggi aset berisiko tanpa katalis jelas.
- Level psikologis $200 menjadi penentu arah selanjutnya; jika ditembus, BCH berpotensi menguji zona support historis $180โ$150.

Bitcoin Cash (BCH) kembali menjadi korban terparah dalam gelombang tekanan jual yang melanda pasar kripto global. Pada Sabtu (21/9), harga aset digital ini merosot 3% ke level $214,5, memperpanjang tren bearish yang telah berlangsung selama sepekan terakhir. Sentimen pasar yang berada di zona "Extreme Fear" menjadi katalis utama aksi jual massal, dengan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan menyusut 1,63% dalam 24 jam.
Bitcoin Cash, yang dikenal sebagai aset dengan beta tinggi, mencatat penurunan hampir dua kali lipat dari Bitcoin. Dalam sepekan, BCH telah kehilangan hampir 30% nilainya, mendekati titik terendah multi-bulan. Volume perdagangan BCH juga turun 14,11% menjadi $243 juta, mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini tidak diikuti oleh keyakinan kuat atau masuknya modal baru. Para analis menilai bahwa aksi jual ini lebih didorong oleh kepanikan dibandingkan fundamental aset.
Data derivatif menunjukkan adanya akumulasi posisi likuidasi di kisaran $245โ$260, yang memperparah tekanan jual. Pedagang kripto mengungkapkan bahwa BCH telah ambruk hampir 75% dalam sebulan terakhir, menembus level support kunci $300 secara decisif. Metrik on-chain juga memperlihatkan partisipasi jaringan yang lemah, dengan jumlah alamat aktif harian yang gagal tumbuh. Hal ini mengonfirmasi struktur pasar bearish, dengan zona support historis berikutnya berada di $180โ$150.
Konteks Indonesia: Meskipun pasar kripto domestik masih dalam tahap pengembangan, gejolak harga aset seperti Bitcoin Cash tetap berdampak pada investor ritel di Tanah Air. Bursa kripto lokal mencatat peningkatan volume jual beli selama pekan ini, seiring kepanikan yang meluas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti sebelumnya telah mengingatkan risiko volatilitas tinggi aset kripto, terutama bagi investor yang tidak memiliki toleransi risiko besar. Namun, minat terhadap aset digital di Indonesia tetap tinggi, dengan jumlah investor kripto mencapai lebih dari 17 juta orang per Agustus 2024.
Untuk jangka pendek, pergerakan Bitcoin Cash sangat bergantung pada aksi harga Bitcoin. Jika BTC mampu bertahan di atas $60.000, BCH berpotensi menemukan dasar di dekat $200 dan mencoba rebound menuju $230. Sebaliknya, jika level psikologis $200 ditembus, tekanan jual diperkirakan akan semakin deras. Para analis menekankan bahwa untuk terjadi pembalikan tren yang berkelanjutan, BCH harus mampu merebut kembali zona resistensi $300โ$320. Sebelum itu terjadi, setiap kenaikan kemungkinan besar akan dimanfaatkan untuk aksi jual.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah pasar kripto menemukan titik stabil dalam waktu dekat, atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam? Jawabannya mungkin akan ditentukan oleh kebijakan moneter global dan sentimen risiko investor dalam beberapa pekan mendatang.



