Tottenham Incar Dusan Vlahovic: Solusi Lini Depan atau Risiko Cedera?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan agen Dusan Vlahovic menyusul kontraknya yang akan habis di Juventus.
- Vlahovic, yang pernah digadang sebagai striker lebih lengkap dari Erling Haaland, diharapkan menjadi peningkatan signifikan dari Dominic Solanke yang kerap cedera.
- Kedatangan pemain Serbia itu bisa menjadi kunci kebangkitan Tottenham di bawah Roberto De Zerbi, meski risiko cedera tetap menjadi catatan.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Dusan Vlahovic, striker Juventus yang kontraknya akan berakhir akhir bulan ini. Langkah ini diambil sebagai respons atas performa lini depan yang kurang memuaskan, terutama dari Dominic Solanke yang kerap diganggu cedera.
Menurut laporan TEAMtalk, agen Vlahovic tengah aktif menawarkan kliennya ke sejumlah klub Eropa. Tottenham menjadi salah satu peminat serius, mengingat kebutuhan mendesak akan penyerang haus gol di bawah arahan Roberto De Zerbi. Vlahovic, yang bergabung dengan Juventus dari Fiorentina dengan banderol Β£67 juta pada Januari 2022, sempat menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa. Namun, cedera dan ketidakstabilan Juventus membuat kariernya di Turin tidak sesuai ekspektasi.
Dominic Solanke, yang dibeli Tottenham dari Bournemouth seharga Β£55 juta, hanya mampu mencetak 12 gol Premier League dalam dua musim. Angka itu dinilai tidak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Apalagi, Solanke kerap absen karena masalah kebugaran, membuat lini depan Tottenham kehilangan ketajaman. Richarlison pun tak lebih meyakinkan sebagai ujung tombak, dan kabarnya akan hengkang pada bursa musim panas ini.
Vlahovic, di sisi lain, meski juga memiliki catatan cedera, menunjukkan naluri mencetak gol yang tajam. Musim ini ia mengemas 10 gol dari 23 penampilan di semua kompetisi, termasuk empat gol di akhir Serie A untuk Juventus yang hanya finis keenam. Presiden Federasi Sepak Bola Serbia, Nenad Bjekovic, bahkan pernah menyebut Vlahovic sebagai "pemain lebih lengkap dari Erling Haaland". Legenda Italia Luca Toni juga memujinya sebagai "salah satu striker terbaik dunia".
Jika transfer ini terwujud, Vlahovic akan menjadi ujung tombak ideal bagi sistem De Zerbi yang membutuhkan striker serba bisa. Gaya bermainnya yang fisik, cerdas dalam membaca permainan, dan kemauan turun ke tengah untuk membangun serangan dinilai cocok dengan filosofi pelatih asal Italia tersebut. Namun, risiko cedera tetap menjadi momok. Vlahovic punya riwayat masalah otot yang membuatnya kerap absen, mirip dengan Solanke. Tottenham harus memastikan kondisi fisiknya prima sebelum menebus kontraknya.
Dari sisi bisnis, merekrut Vlahovic secara gratis bisa menjadi keuntungan besar. Namun, gaji dan bonus yang diminta agennya kemungkinan tidak murah. Apalagi, Tottenham juga tengah memburu bek Jan Paul van Hecke dari Brighton untuk memperkuat pertahanan. De Zerbi jelas ingin membangun tim yang kokoh di semua lini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer selalu menarik diikuti. Banyak suporter klub ini di Tanah Air yang berharap Vlahovic bisa membawa Spurs kembali ke papan atas Premier League. Namun, tanpa perbaikan di lini belakang, sekelas Vlahovic pun belum tentu mampu mengangkat performa tim secara keseluruhan. Pertanyaannya, mampukah De Zerbi mengelola ekspektasi dan risiko cedera Vlahovic untuk membawa Tottenham kembali bersaing?



