Gol Legendaris Lothar Matthaus: Saat Jerman Barat Menaklukkan Yugoslavia di Piala Dunia 1990
Baca dalam 60 detik
- Lothar Matthaus mencetak dua gol spektakuler saat Jerman Barat mengalahkan Yugoslavia 4-1 di laga perdana Piala Dunia 1990.
- Gol kedua Matthaus, sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti setelah melewati dua pemain, dianggap sebagai salah satu gol terbaik turnamen.
- Penampilan gemilang Matthaus menjadi fondasi perjalanan Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1990 setelah mengalahkan Argentina di final.
Lothar Matthaus, legenda sepak bola Jerman, kembali dikenang lewat gol spektakulernya ke gawang Yugoslavia pada Piala Dunia 1990. Dalam rangka hitung mundur menuju Piala Dunia 2026, FIFA merilis kembali momen tersebut sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah turnamen. Gol itu tidak hanya menunjukkan kehebatan individu, tetapi juga menjadi simbol dominasi Jerman Barat di era tersebut.
Pertandingan pembuka Grup D di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, berlangsung sengit. Jerman Barat unggul 2-1 saat memasuki menit ke-60, dan Matthaus telah mencetak satu gol melalui tendangan melengkung dari tepi kotak penalti. Namun, ia belum puas. Gol keduanya menjadi mahakarya yang memadukan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tembakan.
Bola datang dari Klaus Augenthaler di area sendiri. Matthaus dengan cepat berputar dan melaju ke depan, melewati lapangan terbuka. Bek Yugoslavia, Davor Jozic, berusaha menghentikannya, tetapi Matthaus dengan cekatan menghindari tekel. Begitu mendekati kotak penalti, ia melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Tomislav Ivkovic. Gol itu menjadi puncak penampilan briliannya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen ini mengingatkan pada era keemasan Jerman yang disegani. Matthaus, yang kemudian menjadi kapten tim, menunjukkan bahwa seorang gelandang bisa menjadi pencetak gol ulung sekaligus pemimpin di lapangan. Gaya bermainnya yang agresif dan teknis menjadi inspirasi bagi banyak pemain Asia, termasuk Indonesia, yang mulai mengembangkan sepak bola modern.
Penampilan Matthaus di laga itu tidak hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga mengirim pesan ke lawan-lawannya. Jerman Barat, yang saat itu bersatu kembali, memiliki skuad bertabur bintang seperti Jurgen Klinsmann dan Rudi Voller. Namun, Matthaus adalah pusat segalanya. Ia memenangkan Ballon d'Or tahun 1990, sebagian besar berkat performa di turnamen ini.
Menurut analis sepak bola, gol Matthaus ke gawang Yugoslavia adalah contoh sempurna dari transisi cepat dan penyelesaian akhir yang mematikan. "Ia menggabungkan visi, kecepatan, dan teknik dalam satu gerakan," ujar seorang komentator. Gol itu juga menjadi salah satu yang paling sering diputar ulang dalam dokumenter Piala Dunia.
Kini, menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, kenangan seperti ini menjadi pengingat akan keajaiban sepak bola. Pertanyaan besarnya: akankah ada pemain baru yang mampu meniru kegemilangan Matthaus di panggung terbesar? Atau justru tim-tim Asia, termasuk Indonesia jika lolos, bisa menciptakan momen serupa?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)