Harga Gabriel Jesus Meroket Empat Kali Lipat, Everton Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Everton mengincar Gabriel Jesus di bursa transfer musim panas, namun Arsenal mematok harga minimal £20 juta, naik drastis dari £5 juta pada akhir Mei.
- Cedera ACL yang membuat Jesus absen 46 pertandingan dalam dua musim terakhir menjadi kekhawatiran utama Everton, sehingga mereka hanya bersedia jika ada diskon besar.
- Meski dipuji Mikel Arteta sebagai pemain dengan kualitas 'sangat istimewa', Jesus dinilai berisiko karena produktivitas golnya yang menurun sejak hengkang dari Manchester City.
Everton harus berpikir ulang untuk mendatangkan Gabriel Jesus setelah Arsenal menaikkan banderol sang striker menjadi setidaknya £20 juta—empat kali lipat dari harga yang ditawarkan hanya beberapa pekan lalu. Klub asal Merseyside itu kini dihadapkan pada dilema: merekrut pemain bertalenta namun rentan cedera, atau mencari alternatif lain di lini depan.
Menurut laporan Football Insider, pada akhir Mei Arsenal hanya meminta £5 juta untuk Jesus. Namun, dalam waktu singkat, permintaan itu melonjak drastis. Kenaikan ini diduga karena The Gunners melihat potensi pasar yang lebih menguntungkan, apalagi setelah Jesus pulih dari cedera ACL dan tampil di akhir musim lalu. Everton, yang tengah berburu penyerang baru, langsung mengendurkan minat mereka.
Manajer Everton, David Moyes, mendapat tekanan dari legenda klub Graeme Sharp untuk memperkuat lini depan. Sharp, yang mencetak 148 gol untuk Everton, menilai masalah utama tim adalah ketajaman di depan gawang. “Jika melihat sepanjang musim, masalah kami adalah mencetak gol secara konsisten. Saya yakin Moyes akan berusaha memperbaikinya,” ujar Sharp. Saat ini, Everton hanya mengandalkan Thierno Barry (8 gol) dan Beto (9 gol) di Premier League, angka yang dinilai kurang memadai.
Gabriel Jesus, 29 tahun, memang memiliki reputasi sebagai pemain dengan kualitas teknis tinggi. Pelatih Arsenal Mikel Arteta pernah memujinya pada Desember lalu: “Gabby punya kualitas yang sangat istimewa, ia tiba-tiba bisa menghubungkan semua pemain di sekitarnya. Itu yang kami butuhkan.” Namun, catatan cedera Jesus menjadi tanda tanya besar. Sejak bergabung dari Manchester City, ia belum mampu tampil konsisten dan produktivitas golnya menurun drastis.
Bagi Everton, merekrut Jesus adalah langkah berisiko. Selain banderol yang membengkak, gaji tinggi dan risiko cedera berulang membuat Moyes enggan memaksakan diri. Klub hanya akan bergerak jika Arsenal bersedia menurunkan harga secara signifikan. Jika tidak, Everton kemungkinan akan mengalihkan target ke pemain depan lain yang lebih terjangkau dan minim cedera.
Di sisi lain, Arsenal tampaknya tidak terburu-buru melepas Jesus. Mereka masih membutuhkan kedalaman skuad untuk bersaing di Premier League dan Liga Champions. Kenaikan harga ini bisa menjadi strategi untuk mempertahankan pemain atau memaksimalkan keuntungan jika benar-benar dijual. Pertanyaannya, akankah Everton berani mengambil risiko, atau justru mencari solusi lain di bursa transfer?



