Kurzawa Hengkang dari Persib: Lima Bulan yang Berharga
Baca dalam 60 detik
- Layvin Kurzawa resmi meninggalkan Persib Bandung setelah kontrak lima bulan berakhir, bersamaan dengan raihan gelar juara BRI Super League 2025/2026.
- Manajemen Persib menilai pengaruh Kurzawa di ruang ganti sangat signifikan, terutama dalam membawa kultur profesional Eropa yang menjadi contoh bagi pemain muda.
- Kepergian Kurzawa membuka diskusi mengenai strategi Persib ke depan, termasuk kemungkinan perpanjangan kontrak pemain asing lainnya.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6811216/original/077033500_1779601050-WhatsApp_Image_2026-05-24_at_11.10.01.jpeg)
Layvin Kurzawa, mantan bek Paris Saint-Germain, resmi mengakhiri petualangannya bersama Persib Bandung setelah kontrak pendeknya selama lima bulan tidak diperpanjang. Keputusan ini diumumkan oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, di Bandung, Rabu (3/6/2026). Meski singkat, kehadiran pemain asal Prancis itu meninggalkan jejak yang mendalam, terutama dalam mentransfer budaya sepak bola Eropa ke dalam skuad Maung Bandung.
Kontrak Kurzawa dirancang hanya setengah musim, bertepatan dengan keberhasilan Persib mengamankan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Adhitia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut memang sudah direncanakan sejak awal. "Kurzawa sudah pamit. Kontraknya hanya 5 bulan, setengah musim. Sekarang diskusi masih berjalan dengan Igor," ujarnya, merujuk pada pelatih Persib, Igor Tolic. Meski demikian, manajemen memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme Kurzawa selama berseragam biru.
Yang menarik, pengaruh Kurzawa tidak hanya diukur dari statistik di lapangan. Dalam tujuh penampilan, ia hanya mencatatkan satu assist, yakni saat Persib mengalahkan Bhayangkara FC 4-2. Namun, Adhitia menekankan kontribusi non-teknis yang jauh lebih besar. "Kontribusi dia di dalam dan di luar lapangan terasa banget. Bukan cuma soal gol dan assist, tapi juga memberikan kultur dan pendidikan yang bagus di dressing room," katanya. Kurzawa dianggap berhasil membawa mindset Eropa yang profesional, yang menjadi contoh bagi pemain muda Persib.
Kepergian Kurzawa juga menyisakan pertanyaan mengenai strategi Persib ke depan. Adhitia mengisyaratkan bahwa diskusi dengan pelatih Igor Tolic masih berlangsung untuk menentukan komposisi pemain asing musim depan. Di tengah persaingan ketat Liga 1, Persib perlu mempertahankan keseimbangan antara pengalaman internasional dan pengembangan pemain lokal. Langkah Kurzawa yang menyampaikan salam perpisahan melalui media sosial menunjukkan hubungan baik yang terjalin, namun keputusan manajemen tampaknya lebih mengutamakan perencanaan jangka panjang.
Bagi sepak bola Indonesia, fenomena seperti Kurzawa menjadi contoh bagaimana pemain bintang bisa memberikan dampak di luar lapangan. Meski hanya singkat, kehadirannya membantu meningkatkan standar profesionalisme di dalam tim. Pertanyaan selanjutnya, akankah Persib kembali mendatangkan pemain sekaliber Kurzawa untuk musim depan, atau justru fokus pada pembinaan pemain muda yang sudah terpapar kultur Eropa?



