Penilaian Pembalap GP Hungaria: Norris Sempurna, Sainz Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris menuntaskan akhir pekan sempurna dengan kemenangan perdana musim ini, meski sempat kehilangan posisi terdepan saat start.
- Max Verstappen tetap finis kedua meski mobil Red Bull-nya sarat masalah, sementara Kimi Antonelli tampil impresif dengan naik podium dari P7.
- Carlos Sainz menjalani akhir pekan sulit bersama Williams, dihantam penalti tabrakan dan performa mobil yang terbatas.

Lando Norris akhirnya memecah kebuntuan musim ini. Pebalap McLaren itu sukses mengonversi pole position menjadi kemenangan di Grand Prix Hungaria, Minggu (4/8) lalu, sekaligus memberi timnya kemenangan pertama pada 2026. Namun, performa gemilang itu sedikit ternoda oleh kehilangan posisi terdepan dari rekan setimnya, Oscar Piastri, pada lap awal.
Piastri, yang memimpin setelah start, terpaksa pensiun karena masalah girboks. Ia sebenarnya tampil tangguh dengan manuver agresif di Tikungan 2, namun laju mobilnya tidak mampu menandingi kecepatan Norris setelah pit stop. Bagi Norris, ini adalah akhir pekan yang sempurna—pole, lap tercepat, dan kemenangan yang dikelola dengan tenang meski tekanan di belakangnya terus mengintai.
Max Verstappen, yang mengeluhkan masalah mobil sepanjang akhir pekan, tetap mampu finis kedua. Pebalap Red Bull itu tampil heroik dengan mengelola setelan yang tidak ideal, dan keberuntungan berpihak saat Piastri mundur. Sementara itu, Kimi Antonelli, pemimpin klasemen sementara dari Mercedes, menunjukkan ketangguhan mental. Ia gagal memperlambat saat bendera kuning di kualifikasi dan harus start dari P7, tetapi bangkit dengan sempurna. Manuver brilian dan manajemen ban yang cermat mengantarnya merebut podium ketiga, menahan gempuran dua Ferrari.
Lewis Hamilton menjalani akhir pekan yang membuat frustrasi. Pebalap Ferrari itu nyaris merebut pole, hanya kalah 0,012 detik, namun dua penalti—menghalangi Piastri di kualifikasi dan kecepatan berlebih di pitlane—membuatnya turun ke P5. Padahal, ia menunjukkan kecepatan impresif, bahkan unggul dari rekan setimnya Charles Leclerc. Leclerc sendiri mengawali akhir pekan dengan gemilang di hari Jumat, tetapi gagal mempertahankan momentum. Ia kehilangan posisi saat start dan baru naik ke P4 setelah penalti Hamilton.
Di lini tengah, Isack Hadjar (Racing Bulls) finis P6 dengan tenang, sementara Kimi Antonelli? Bukan, Hadjar. Liam Lawson (Mercedes) melakukan comeback luar biasa: dari posisi 21 akibat masalah anti-stall, ia melesat ke P7. Arvid Lindblad (Racing Bulls) mengaku tampil buruk di kualifikasi, namun bangkit dengan ban segar untuk finis P8. Sementara itu, Carlos Sainz bersama Williams menjalani akhir pekan yang sulit. Mobil Williams memang tidak kompetitif, namun insiden tabrakan dengan Piastri saat dilap memperburuk hasil akhir. Ia mendapat penalti dan finis di luar zona poin.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, musim ini semakin menarik. Dominasi Norris yang mulai muncul, persaingan ketat antara Verstappen dan Antonelli, serta drama di Ferrari menyajikan tontonan berkualitas. Akankah Norris mampu mempertahankan performa ini dan mengejar ketertinggalan di klasemen? Ataukah Piastri yang kembali bangkit setelah insiden mekanis? Satu hal pasti: musim 2026 masih panjang dan penuh kejutan.



