Brighton Gaet Bintang Muda Nigeria Yohanna dengan Mahar £21,5 Juta
Baca dalam 60 detik
- Klub Premier League Brighton & Hove Albion resmi mengamankan tanda tangan winger Nigeria Zadok Yohanna dari AIK Stockholm dengan nilai transfer mencapai £21,5 juta.
- Pemain berusia 18 tahun itu akan menandatangani kontrak lima tahun dan bergabung saat bursa transfer musim panas dibuka pada 15 Juni mendatang.
- Kedatangan Yohanna dinilai sebagai investasi jangka panjang Brighton untuk memperkuat lini serang, meski ia diperkirakan membutuhkan waktu adaptasi di Premier League.

Brighton & Hove Albion resmi mencapai kesepakatan dengan AIK Stockholm untuk merekrut winger muda Nigeria, Zadok Yohanna, dengan nilai transfer mencapai £21,5 juta. Pemain berusia 18 tahun itu dijadwalkan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dan akan bergabung dengan skuad The Seagulls begitu bursa transfer musim panas dibuka pada 15 Juni mendatang.
Yohanna, yang sebelumnya memperkuat AIK Stockholm sejak debutnya pada Agustus 2025, mencatatkan lima gol dan empat assist dalam 18 penampilan di kasta tertinggi Swedia. Sebelum merumput di Eropa, ia menimba ilmu di Ikon Allah Football Academy, Nigeria—akademi yang dikenal sebagai salah satu pemasok bakat muda ke klub-klub Eropa.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, menyambut positif kedatangan Yohanna. Menurutnya, pemain kelahiran 2007 itu memiliki atribut yang dapat memberikan dampak di sepertiga akhir lapangan. “Saya sudah melihat pertandingannya dan kualitas yang ia miliki. Dia adalah pemain yang bisa memengaruhi permainan di area final third,” ujar Hurzeler. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Yohanna masih muda dan perlu waktu untuk beradaptasi dengan klub serta kerasnya Premier League.
Langkah Brighton merekrut Yohanna menjadi sinyal bahwa klub pesisir selatan Inggris itu tetap konsisten dengan strategi merekrut pemain muda berbakat dari berbagai belahan dunia. Sebelumnya, Brighton sukses mengorbitkan nama-nama seperti Moisés Caicedo dan Alexis Mac Allister yang kemudian dijual dengan harga tinggi. Yohanna diharapkan bisa mengikuti jejak mereka.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi pengingat bahwa pasar pemain muda Afrika masih menjadi ladang emas bagi klub-klub Eropa. Akademi-akademi di Nigeria, Ghana, dan Pantai Gading terus melahirkan talenta yang siap bersaing di level tertinggi. Indonesia, yang tengah mengembangkan pembinaan usia muda, dapat belajar dari model pengembangan bakat seperti yang dilakukan Ikon Allah Football Academy dan AIK Stockholm.
Dengan bergabungnya Yohanna, Brighton kini memiliki opsi tambahan di lini sayap. Namun, tantangan terbesarnya adalah adaptasi dengan fisik dan kecepatan permainan Premier League yang jauh berbeda dengan Allsvenskan. Publik sepak bola Inggris pun menanti apakah pemain muda Nigeria ini mampu bersinar seperti pendahulunya, atau justru tenggelam dalam persaingan ketat di Liga Inggris.



