Newcastle Incar Bek Italia Marco Palestra: Tonali Baru di St. James' Park?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membuka pembicaraan dengan Atalanta untuk bek kanan Marco Palestra yang dibanderol £39 juta.
- Palestra, yang dipuji sebagai full-back 'lengkap', bisa menjadi suksesor Tino Livramento yang santer dikaitkan dengan klub besar.
- Langkah ini mengingatkan pada strategi Newcastle merekrut Sandro Tonali, yang kini menjadi incaran Arsenal dan Manchester United.
Newcastle United tengah bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah kehilangan Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona dengan nilai transfer £69 juta, The Magpies kini mengarahkan radar mereka ke Serie A. Klub asuhan Eddie Howe itu dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan Atalanta untuk merekrut bek kanan muda Italia, Marco Palestra, yang dibanderol sekitar £39 juta.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Newcastle tidak ingin mengulangi kesalahan musim lalu, ketika mereka tidak memiliki direktur olahraga dan strategi transfer terkesan kacau. Kini, dengan Ross Wilson yang akan memegang kendali sebagai sporting director, Newcastle mulai menunjukkan ketajaman di pasar pemain. Palestra, yang baru berusia 21 tahun, menjadi target utama setelah mencuri perhatian selama masa peminjaman di Cagliari. Ia mencatatkan statistik impresif: tujuh peluang besar tercipta, akurasi umpan 85%, dan rata-rata 6,7 duel dimenangkan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 60%.
Yang menarik, profil Palestra mengingatkan pada Sandro Tonali, gelandang Italia yang direkrut Newcastle dari AC Milan seharga £55 juta beberapa tahun lalu. Tonali, yang digambarkan agennya Beppe Riso sebagai "salah satu gelandang terbaik dunia", kini justru menjadi incaran Arsenal dan Manchester United. Namun, Newcastle tampaknya ingin mengulangi resep sukses yang sama: merebut pemain muda Italia yang diincar klub-klub besar sebelum mereka sempat bergerak. Jacek Kulig, seorang pencari bakat, bahkan menyebut Palestra sebagai full-back "lengkap" berkat kombinasi kekuatan, mobilitas, dan kemampuannya dalam bertahan maupun menyerang.
Kepergian Kieran Trippier yang kontraknya habis membuat posisi bek kanan menjadi prioritas. Tino Livramento, yang sempat menjadi andalan, sering absen karena cedera. Palestra, dengan fisik kuat dan ketahanan yang lebih baik, bisa menjadi solusi jangka panjang. Namun, Newcastle harus bersaing dengan Arsenal dan Manchester City yang juga memantau situasi pemain Atalanta tersebut. Jika Livramento benar-benar dijual dengan harga tinggi, dana segar itu bisa langsung digunakan untuk merealisasikan transfer Palestra.
Di sisi lain, prioritas utama Newcastle musim panas ini tetap mendatangkan penyerang top. Kepergian Gordon meninggalkan lubang besar di lini depan. Nick Woltemade dan Yoane Wissa yang diharapkan menjadi pelapis justru tampil mengecewakan. Namun, dengan mendatangkan Palestra, Newcastle tidak hanya memperkuat pertahanan tetapi juga mengirim pesan ke rival-rivalnya: mereka siap bersaing di bursa pemain dan tidak akan tinggal diam.
Apakah langkah ini akan berhasil seperti saat merekrut Tonali? Atau justru menjadi bumerang jika Palestra gagal beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Yang jelas, Newcastle tengah membangun fondasi untuk masa depan, dan Marco Palestra bisa menjadi batu bata penting dalam proyek tersebut.



