Tottenham Incar Summerville sebagai Alternatif Murah Pengganti Savinho
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan membuka komunikasi dengan winger West Ham, Crysencio Summerville, yang banderolnya hanya £26 juta setelah degradasi The Hammers.
- Dibandingkan Savinho (£60 juta) yang minim menit bermain di Manchester City, Summerville dinilai lebih efisien secara biaya dan siap menjadi andalan di sayap kiri Spurs.
- Kedatangan Summerville diyakini bisa memperkuat skuad Tottenham yang musim lalu nyaris terdegradasi, sekaligus menjadi investasi jangka panjang yang lebih rasional.

Tottenham Hotspur tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan pemain sayap West Ham United, Crysencio Summerville, sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan Savinho dari Manchester City. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar klub London Utara untuk membangun kembali skuad setelah dua musim beruntun finis di peringkat ke-17 dan nyaris terdegradasi.
Menurut sumber internal Spurs, perwakilan klub telah menghubungi Summerville sejak musim 2025/26 berakhir. Pemain asal Belanda itu dikabarkan terbuka untuk pindah ke Tottenham, terutama setelah West Ham harus turun kasta. Nilai transfernya diperkirakan hanya sekitar £26 juta—jauh lebih murah ketimbang Savinho yang dibanderol £60 juta namun baru tampil tujuh kali sebagai starter di Premier League musim lalu.
Perbandingan kedua pemain menarik untuk dicermati. Savinho dikenal kreatif dan lincah dalam menggiring bola, tetapi pengalamannya di Liga Inggris masih minim. Sebaliknya, Summerville telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain sayap paling diremehkan di Premier League. Ia tampil konsisten meski bermain di tim yang sedang berjuang melawan degradasi, bahkan menjadi tumpuan utama bersama Jarrod Bowen. Legenda sepak bola Gianfranco Zola bahkan menjulukinya sebagai pemain yang "tak terduga" (unpredictable).
Dari sisi metrik fisik dan atletis, Summerville unggul atas Savinho. Ia juga sudah terbiasa dengan tekanan di Premier League, sesuatu yang belum sepenuhnya diuji oleh Savinho. Meski demikian, Savinho dianggap lebih kreatif dalam menciptakan peluang. Namun, dengan dana yang lebih terbatas, ENIC—pemilik Tottenham—perlu cermat dalam membelanjakan uang. Membayar £60 juta untuk pemain yang belum menjadi starter reguler di City dianggap terlalu berisiko, terutama mengingat skala pembangunan kembali yang dibutuhkan Spurs.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer selalu menarik diikuti karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Kehadiran Summerville, yang juga akan tampil di Piala Dunia 2026 bersama Belanda, bisa menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, jika ia mampu bersinar seperti pendahulunya, Mohammed Kudus, yang juga pernah memperkuat West Ham sebelum pindah ke klub besar.
Langkah Tottenham ini juga menjadi cerminan bagi klub-klub Indonesia yang kerap menghadapi dilema antara membeli pemain mahal namun belum terbukti, atau merekrut pemain dengan harga lebih murah namun sudah teruji di level kompetitif. Strategi scouting yang cermat dan efisien menjadi kunci, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
Ke depan, keputusan Tottenham akan menjadi ujian bagi ENIC dalam meramu skuad yang kompetitif. Akankah mereka berani mengambil risiko dengan Savinho yang lebih mahal, atau memilih Summerville yang lebih murah dan siap pakai? Jawabannya akan menentukan apakah Spurs benar-benar bisa bangkit dari keterpurukan atau hanya akan kembali terpuruk di musim depan.



