Garuda Muda Pesta Gol di Laga Perdana, Pengamat Ingatkan Ujian Sesungguhnya Lawan Vietnam
Baca dalam 60 detik
- Timnas U-19 menang 3-0 atas Myanmar di laga pembuka Piala AFF U-19 2026, dengan gol dari Arkhan Kaka dan brace Dimas Wicaksono.
- Pengamat Ronny Pangemanan menilai kemenangan ini masih menyisakan catatan, terutama dalam build-up dan transisi serangan yang perlu diperbaiki.
- Duel kontra Vietnam pada 7 Juni diprediksi menjadi penentu juara grup, sekaligus ujian sesungguhnya bagi Garuda Muda.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
Timnas Indonesia U-19 membuka langkah di Piala AFF U-19 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Myanmar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (1/6/2026). Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Arkhan Kaka dan dua gol dari Dimas Wicaksono, yang masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menunjukkan ketajamannya.
Meski hasil akhir terlihat dominan, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan mengingatkan bahwa Garuda Muda belum boleh berpuas diri. Menurutnya, masih ada beberapa aspek permainan yang perlu diasah sebelum menghadapi lawan-lawan berikutnya, terutama Vietnam yang juga tampil perkasa di laga perdana.
"Ini modal bagus, tetapi tim pelatih masih harus memoles kombinasi serangan dan transisi dari bertahan ke menyerang. Melawan Vietnam nanti adalah laga sesungguhnya karena akan menentukan juara grup," ujar Ronny dalam kanal YouTube Bung Ropan.
Vietnam sendiri mengawali turnamen dengan kemenangan identik 3-0 atas Timor Leste, membuat persaingan di puncak grup A semakin ketat. Ronny menekankan bahwa Indonesia sebagai juara bertahan dan tuan rumah memiliki tekanan ekstra untuk mempertahankan gelar, apalagi laga penentu akan berlangsung di kandang sendiri.
"Rivalitas kedua tim sudah tinggi, dan keduanya difavoritkan di grup ini. Pertandingan nanti akan mencari juara grup, dan kita diuntungkan karena bermain di Sumatera Utara," tambah pria yang akrab disapa Ropan itu.
Pelatih Nova Arianto mengaku puas dengan performa anak asuhnya, meski menilai seharusnya lebih banyak gol bisa tercipta. Ia bersyukur atas hasil positif di laga pertama yang selalu sulit, dan kini fokus memotivasi tim untuk tampil lebih tajam saat menghadapi Timor Leste.
Ropan juga menyoroti strategi pergantian pemain yang dilakukan Nova. Memasukkan Dimas Adi di babak kedua berbuah brace, sementara Welber Jardim mampu mengontrol lini tengah dan Amar Brkic memberikan ancaman dari sisi kiri. "Pergantian pemain sudah diperhitungkan matang. Ini menunjukkan kedalaman skuad yang baik," pujinya.
Namun, catatan tetap ada. Ropan menilai build-up serangan dan transisi masih perlu ditingkatkan, terutama saat menghadapi Vietnam yang diperkirakan akan bermain lebih agresif. "Kesalahan-kesalahan kecil harus segera diperbaiki. Saya yakin Nova sudah tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya.
Kemenangan telak atas Myanmar menjadi modal berharga, tetapi ujian sesungguhnya baru akan dimulai saat Garuda Muda berhadapan dengan Vietnam. Akankah Indonesia mampu mempertahankan gelar juara di hadapan pendukung sendiri?



