Kompolnas: Teknologi Jadi Kunci Polri Bredel Aksi Begal di Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menilai Polri telah memiliki peralatan canggih dan pengalaman untuk memberantas kejahatan jalanan, termasuk begal.
- Pemanfaatan CCTV dan hotline 110 dinilai efektif mempercepat respons masyarakat dan pengungkapan kasus, seperti penangkapan tiga pelaku di Cengkareng.
- Dukungan publik terhadap penguatan teknologi kepolisian menjadi krusial untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di tengah meningkatnya aksi begal.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meyakini bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mampu menekan angka kejahatan jalanan, khususnya begal, dengan memanfaatkan teknologi modern yang kini tersedia. Pernyataan ini disampaikan Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Selasa (2/6/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap aksi begal yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
Menurut Anam, kemajuan teknologi yang diikuti dengan pembekalan peralatan canggih bagi personel Polri menjadi modal utama dalam memberantas kejahatan. "Saya kira dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju, kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan. Apalagi, kepolisian secara personal ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih," ujarnya.
Anam menyoroti dua instrumen utama yang telah diimplementasikan: pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis dan layanan hotline 110 yang memungkinkan masyarakat melapor langsung. Ia menegaskan, warga yang mengetahui atau menjadi korban begal dapat segera berkomunikasi dengan kepolisian hingga tingkat paling bawah. "Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian sampai tingkat paling bawah," tambahnya.
Keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus begal dinilai Anam sudah terbukti. Ia mencontohkan penangkapan baru-baru ini terhadap tiga pelaku begal yang beraksi di kawasan Cengkareng. Komplotan tersebut menggunakan modus penuduhan dan pengeroyokan untuk melancarkan aksinya. "Oleh karenanya, penting kepolisian kita dorong dan kita dukung supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga," tegas Anam.
Bagi masyarakat Indonesia, pernyataan Kompolnas ini memberikan angin segar di tengah maraknya pemberitaan tentang aksi begal yang meresahkan. Dengan adanya dukungan teknologi dan respons cepat dari kepolisian, diharapkan tingkat kejahatan jalanan dapat ditekan secara signifikan. Namun, efektivitas pencegahan juga sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dalam melaporkan setiap insiden melalui kanal yang tersedia.
Ke depan, tantangan terbesar Polri adalah memastikan teknologi yang ada dapat diakses dan direspons secara merata di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar. Pertanyaan yang muncul: apakah infrastruktur dan sumber daya manusia di daerah terpencil sudah siap mengikuti langkah ini? Jawabannya akan menentukan sejauh mana keamanan publik benar-benar terjamin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834190/original/068511000_1780654600-IMG_2910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7821886/original/018286300_1780640642-13bfc215-5e28-4ab4-bf54-0689360bdd45.jpg)
