Meksiko Incar Sejarah Baru di Piala Dunia 2026: Dari Tuan Rumah Tiga Kali ke Ambang Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Meksiko menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tiga kali, bergabung dengan Kanada dan AS pada 2026.
- Javier Aguirre kembali menukangi tim nasional untuk ketiga kalinya, dengan target menembus semifinal yang belum pernah tercapai.
- Kiper veteran Guillermo Ochoa dan remaja Gilberto Mora menjadi sorotan dalam skuad yang dipersiapkan untuk turnamen 48 tim.
Meksiko akan menorehkan catatan baru sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga edisi saat turnamen 2026 digelar bersama Kanada dan Amerika Serikat. Tim berjuluk El Tricolor itu juga tengah bersiap menghadapi turnamen ke-18 mereka, dengan ambisi besar untuk melampaui pencapaian terbaik berupa perempat final pada 1970 dan 1986.
Javier Aguirre, yang pernah menjadi bagian dari tim Meksiko pada 1986, kini kembali memegang kendali sebagai pelatih kepala untuk periode ketiga. Aguirre mengambil alih posisi yang ditinggalkan Jaime Lozano pada Juli 2024, dengan tugas berat membawa Meksiko melangkah lebih jauh. Sebelumnya, ia gagal membawa tim melewati babak 16 besar pada 2002 dan 2010, masing-masing kalah dari Amerika Serikat dan Argentina. Namun, pengalaman panjangnya diharapkan menjadi modal berharga.
โKami semua fokus pada tujuan akhir, yaitu membuat Meksiko tampil sebaik mungkin di Piala Dunia,โ ujar Aguirre dalam pernyataan Maret 2025. Pelatih yang akrab disapa El Vasco itu juga bertekad membangkitkan kembali semangat pemain untuk membela negara. Ia didampingi asisten Rafael Marquez, legenda tim nasional yang pernah tampil 19 kali di Piala Dunia dan diperkirakan akan menggantikan Aguirre pada 2030.
Skuad Meksiko untuk 2026 menghadirkan dua nama menarik di ujung karier yang berbeda. Kiper Guillermo Ochoa, yang telah tampil di lima Piala Dunia sebelumnya, akan kembali memperkuat tim untuk edisi keenam. Di sisi lain, gelandang muda Gilberto Mora yang baru berusia 17 tahun menjadi pemain termuda dalam sejarah Meksiko yang tampil di Piala Dunia. Kehadiran Mora mencerminkan upaya regenerasi yang dilakukan Aguirre.
Meksiko tergabung di Grup A bersama tuan rumah lainnya, dengan jadwal pertandingan melawan Afrika Selatan (11 Juni), Korea Selatan (18 Juni), dan Ceko (24 Juni). Format turnamen yang diperluas menjadi 48 tim membuka peluang lebih besar bagi tim-tim non-unggulan, namun tekanan tetap tinggi bagi Meksiko yang belum pernah lolos ke semifinal. Kegagalan di Qatar 2022, ketika mereka tersingkir di fase grup untuk pertama kalinya sejak 1978, menjadi pengalaman pahit yang ingin ditebus.
Dalam sejarahnya, Meksiko selalu tampil gemilang saat menjadi tuan rumah. Pada 1970, mereka mencapai perempat final sebelum kalah 1-4 dari Italia. Enam belas tahun kemudian, di edisi 1986, langkah mereka terhenti di babak yang sama setelah kalah adu penalti dari Jerman Barat. Momen ikonik seperti tendangan gunting Manuel Negrete saat mengalahkan Bulgaria 2-0 di babak 16 besar masih dikenang sebagai salah satu gol terindah turnamen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Meksiko di Piala Dunia 2026 bisa menjadi tontonan menarik, terutama dengan hadirnya pemain-pemain berkarakter seperti Ochoa dan potensi kejutan dari Mora. Selain itu, keberhasilan Meksiko sebagai tuan rumah tiga kali juga menjadi studi kasus tentang bagaimana sebuah negara membangun infrastruktur dan budaya sepak bola yang berkelanjutan.
Pertanyaan besarnya, akankah dukungan publik yang luar biasa dan pengalaman Aguirre cukup untuk membawa Meksiko menembus semifinal untuk pertama kalinya? Atau justru tekanan sebagai tuan rumah kembali menjadi batu sandungan seperti dua edisi sebelumnya?



