Kebakaran di Kemayoran: Tiga Luka, 500 Jiwa Terdampak, Dapur Lapangan Disiagakan
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di permukiman padat Pasar Jiung, Kemayoran, melukai tiga warga dan menghanguskan 250 bangunan semi permanen.
- Pemerintah setempat mendirikan tenda pengungsian di Kebon Kosong dan mengaktifkan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
- Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan padat penduduk di Jakarta terhadap kebakaran, mendesak evaluasi tata ruang dan kesiapsiagaan.

Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam, menyebabkan tiga orang terluka dan memaksa sekitar 500 jiwa mengungsi. Api yang mulai berkobar sekitar pukul 21.05 WIB baru berhasil dipadamkan tujuh jam kemudian, setelah 35 unit mobil pemadam dan 175 personel dikerahkan ke lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P Hutagalung mengonfirmasi bahwa tiga korban lukaโPuput, Dika, dan Suparnoโmendapat perawatan di RS Hermina Kemayoran dan RSCM. Sementara itu, data sementara mencatat 250 bangunan semi permanen ludes terbakar, dengan 300 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa terdampak langsung.
Pemerintah setempat bergerak cepat dengan mendirikan tenda pengungsian di Kebon Kosong dan berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk menyediakan dapur lapangan. "Sejak dini hari, dapur lapangan sudah disiapkan untuk membantu kebutuhan warga terdampak," ujar Reynold dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Kebakaran di Kemayoran bukanlah insiden pertama di kawasan padat penduduk Jakarta. Minimnya akses jalan, kabel listrik yang semrawut, dan bangunan semi permanen yang mudah terbakar menjadi faktor risiko yang terus berulang. Peristiwa ini kembali mendesak evaluasi tata ruang dan pengawasan bangunan di wilayah rawan kebakaran.
Salah satu warga, Supriatin, yang juga Sekretaris Gabungan RT 12-16 RW04 Kebon Kosong, menceritakan kepanikan saat api merambat ke rumahnya. "Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah," ungkapnya. Istrinya sempat mengalami sesak napas akibat asap tebal, namun berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Proses evakuasi barang berharga dilakukan warga ke Lapangan Jusuf Hamka di tengah kobaran api. Petugas gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan relawan terus berupaya memastikan tidak ada korban tambahan serta memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Ke depan, pertanyaan mendasar yang mengemuka adalah: sejauh mana pemerintah daerah dan pengembang kawasan padat penduduk siap menerapkan standar keselamatan kebakaran yang ketat? Tanpa langkah preventif yang konkret, tragedi serupa berpotensi terulang di permukiman padat lainnya di Jakarta.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)