Torino Incar Alberto Aquilani: Eks Gelandang Liverpool Siap Debut di Serie A
Baca dalam 60 detik
- Alberto Aquilani masuk dalam daftar utama Torino untuk mengisi kursi pelatih setelah sukses membawa Catanzaro ke final play-off Serie B.
- Meski kontraknya masih panjang hingga 2027, performa impresif bersama klub kecil itu menarik minat klub-klub papan atas Italia.
- Jika terealisasi, ini akan menjadi pengalaman pertama Aquilani menangani tim Serie A di usia kepelatihan yang masih muda.

Alberto Aquilani, mantan gelandang yang pernah membela Liverpool dan sejumlah klub top Eropa, dikabarkan menjadi target utama Torino untuk mengisi posisi pelatih kepala. Klub asal Turin itu disebut siap mengadakan pertemuan dalam beberapa hari ke depan, meskipun Aquilani belum pernah menangani tim di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, Torino telah menempatkan Aquilani di puncak daftar kandidat pelatih mereka. Ketertarikan ini muncul setelah pria berusia 41 tahun itu sukses membawa Catanzaro, klub promosi Serie B, hingga ke final play-off promosi. Langkah Catanzaro terhenti di tangan Monza, namun pencapaian tersebut dinilai luar biasa mengingat keterbatasan skuad yang dimiliki.
Aquilani memulai karier kepelatihannya di level junior Fiorentina sebelum menangani Pisa pada musim 2023-24 di Serie B. Musim ini, ia beralih ke Catanzaro dan langsung membawa tim tersebut bersaing di papan atas. Gaya bermain menyerang yang diusungnya menjadi sorotan, meskipun pengalamannya di level tertinggi masih minim.
Bagi Torino, merekrut Aquilani merupakan langkah berani. Klub yang identik dengan tradisi defensif di bawah Juric kini dihadapkan pada pilihan untuk mengadopsi filosofi sepak bola yang lebih progresif. Aquilani, yang pernah bermain di bawah asuhan pelatih-pelatih top seperti Rafa Benitez dan Carlo Ancelotti, diyakini memiliki pemahaman taktik yang mumpuni.
Konteks Indonesia: Ketertarikan klub Serie A terhadap pelatih muda seperti Aquilani bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional. Di Indonesia, regenerasi pelatih lokal seringkali terhambat oleh minimnya kesempatan menangani klub besar. Kasus Aquilani menunjukkan bahwa prestasi di level bawah bisa menjadi batu loncatan ke panggung yang lebih bergengsi, asalkan ada visi dan keberanian dari manajemen klub.
Aquilani sendiri dikabarkan akan mempertimbangkan tawaran ini dengan matang. Meski masih terikat kontrak dengan Catanzaro, peluang untuk menangani klub sekelas Torino sulit ditolak. Pertemuan yang dijadwalkan dalam waktu dekat akan menjadi penentu apakah ia siap meninggalkan proyek jangka panjangnya di Calabria untuk tantangan baru di ibu kota Piedmont.
Jika kesepakatan tercapai, Aquilani akan menjadi salah satu pelatih termuda di Serie A musim depan. Pertanyaan besarnya: mampukah ia mengulang kesuksesan ala Thiago Motta yang langsung bersinar di Bologna? Atau justru akan seperti Gennaro Gattuso yang kesulitan di level tertinggi? Hanya waktu yang bisa menjawab.



