Mantan Direktur Olahraga AC Milan, Igli Tare, Terjerat Kasus Korupsi di Albania
Baca dalam 60 detik
- Igli Tare, yang baru dipecat AC Milan, kini diselidiki otoritas Albania atas dugaan pencucian uang dan korupsi.
- Kasus ini terkait penyelidikan terhadap mantan wakil perdana menteri Albania, Belinda Balluku, yang diduga melanggar pengadaan publik.
- Situasi ini memperumit masa depan Tare di tengah restrukturisasi besar-besaran AC Milan setelah gagal lolos ke Liga Champions.

Masa depan Igli Tare kian suram. Hanya sepuluh hari setelah dipecat dari jabatannya sebagai direktur olahraga AC Milan, pria asal Albania itu kini harus berhadapan dengan aparat hukum negaranya. Ia dilaporkan tengah diselidiki oleh otoritas anti-korupsi Albania atas dugaan keterlibatan dalam praktik pencucian uang dan korupsi.
Menurut laporan MilanNews.it, nama Tare muncul dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi dan Kejahatan Terorganisir Albania, yang dikenal dengan akronim SPAK. Investigasi ini mulanya berfokus pada mantan wakil perdana menteri Albania, Belinda Balluku, yang dituduh melakukan pelanggaran dalam pengadaan publik. Namun, pengembangan kasus kemudian menyeret Tare sebagai salah satu figur yang menarik perhatian penyidik.
Bagi Tare, ini adalah pukulan telak di saat kariernya tengah berada di titik terendah. Ia dipecat AC Milan bersama dengan pelatih kepala Massimiliano Allegri, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknis Geoffrey Moncada. Keputusan itu diambil oleh pemilik klub, Gerry Cardinale, sebagai bagian dari perombakan total struktur kepemimpinan setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Musim lalu secara resmi disebut sebagai kegagalan oleh pihak klub.
Konteks Indonesia: Kasus ini menjadi pengingat bagi klub-klub sepak bola Indonesia yang kerap merekrut figur asing untuk posisi strategis. Proses due diligence terhadap latar belakang calon eksekutif menjadi krusial, terutama jika mereka memiliki rekam jejak hukum di negara asal. Selain itu, keterkaitan dengan politik lokal di Albania menunjukkan betapa sepak bola bisa menjadi arena pertarungan kepentingan yang kompleks.
Hingga berita ini diturunkan, Tare belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia kini menghadapi musim panas yang tidak hanya panas di Eropa, tetapi juga panas secara hukum. Pertanyaan besarnya: akankah penyelidikan ini berujung pada tuntutan pidana, ataukah Tare mampu membuktikan dirinya tidak bersalah?



