Mathew Baker Dipromosikan ke Timnas Senior, Absen di Piala AFF U-19
Baca dalam 60 detik
- John Herdman menarik Mathew Baker dari skuad U-19 untuk bergabung dengan Timnas Indonesia senior pada FIFA Matchday Juni 2026.
- Baker otomatis batal tampil di Piala AFF U-19 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Medan dan Deli Serdang.
- Langkah ini bagian dari strategi akselerasi Herdman yang pernah sukses mengorbitkan Jonathan David di Timnas Kanada.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5095876/original/005820800_1736949096-20250115IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_U-20-1.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengambil keputusan mengejutkan dengan mempromosikan gelandang muda Mathew Baker ke skuad senior untuk FIFA Matchday Juni 2026. Konsekuensinya, pemain berusia 18 tahun itu dipastikan absen membela Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar di Sumatra Utara pada 1-13 Juni.
Baker sebelumnya masuk dalam daftar 23 pemain Timnas U-19 untuk turnamen usia muda se-Asia Tenggara tersebut. Tim asuhan pelatih Indra Sjafri dijadwalkan memulai laga perdana Grup A melawan Myanmar pada 1 Juni di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang. Namun, panggilan dari Herdman mengubah rencana tersebut.
Herdman memanggil Baker untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 26-30 Mei, yang merupakan bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026. Setelah menilai performanya, pelatih asal Inggris itu memutuskan mempertahankan Baker dalam skuad Garuda untuk dua laga uji coba internasional: melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Keputusan Herdman mengundang perhatian karena Baker dianggap sebagai prospek menjanjikan. Dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (30/5), Herdman mengungkapkan bahwa langkah ini bagian dari strategi akselerasi yang pernah ia terapkan di Timnas Kanada. "Mathew Baker adalah prospek muda yang menarik. Bagian dari strategi kami adalah strategi akselerasi," ujarnya.
Herdman merujuk pada pengalamannya memberikan debut kepada Jonathan David di Timnas Kanada saat berusia 18 tahun. David, yang saat itu bermain untuk Gent di Belgia, kemudian menjadi pemain kunci dan meraih penghargaan pemain terbaik Piala Emas CONCACAF. "Kami mempercepat kariernya, memberinya peluang ketika mungkin ada pemain yang lebih tua yang bisa bermain. Dan dia menjalani Gold Cup di mana dia memenangkan pemain terbaik turnamen," kenang Herdman.
Bagi Timnas U-19, absennya Baker menjadi pukulan tersendiri. Namun, turnamen usia muda justru menjadi ajang bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan. Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama Myanmar, dan masih menunggu undian lawan lainnya. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia menanti apakah langkah berani Herdman akan membuahkan hasil serupa seperti di Kanada.
Pertanyaan besarnya, mampukah Baker mengikuti jejak Jonathan David dan menjadi bintang baru di skuad Garuda? Atau justru keputusan ini akan merugikan perkembangan jangka panjangnya karena kehilangan menit bermain di turnamen resmi? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: strategi akselerasi Herdman mulai diuji di panggung internasional.



