Persis Solo Bangun Fondasi Baru Usai Degradasi: Divisi Scouting dan Analis Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo membentuk dua divisi baru, scouting dan analis, sebagai langkah awal persiapan musim 2026/2027 di kasta kedua.
- Manajemen meminta waktu untuk mematangkan kerangka tim sebelum berdialog dengan suporter, sambil melakukan restrukturisasi internal.
- Regulasi kasta kedua memaksa Persis Solo mencari pelatih lokal dan menyesuaikan kuota pemain asing, berpotensi kehilangan pilar andalan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4108879/original/062361700_1659357505-Logo_Persis_Solo_Baru.jpg)
Persis Solo memulai babak baru pasca-degradasi dengan membentuk dua divisi khusus—scouting dan analis—sebagai fondasi untuk bersaing di kasta kedua musim 2026/2027. Langkah ini diambil manajemen secara senyap, tanpa publikasi besar, namun menjadi sinyal keseriusan Laskar Sambernyawa untuk bangkit.
Komisaris PT Persis Solo Saestu, Aditya Rimbo, mengungkapkan bahwa pembentukan Divisi Scouting dan Analis merupakan langkah awal untuk mengumpulkan data taktikal yang akan menjadi dasar pergerakan manajemen. "Ini dilakukan untuk dasar pergerakan manajemen dalam aspek taktikal. Selain itu, secara paralel kami juga sedang melakukan restrukturisasi internal berdasarkan evaluasi performa," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Manajemen juga menyatakan keterbukaan untuk berdialog dengan suporter, namun meminta waktu agar kerangka tim lebih matang sebelum presentasi. "Izinkan kami mempersiapkan kerangka tim terlebih dahulu sebelum bisa mempresentasikan kesiapan ke rekan-rekan suporter agar bahasan diskusi lebih terstruktur," kata Rimbo. Evaluasi menyeluruh menjadi agenda utama, termasuk pembenahan struktur manajemen yang dinilai krusial untuk menghadapi tantangan musim depan.
Persis Solo harus beradaptasi dengan regulasi berbeda di kasta kedua. Salah satu perubahan signifikan adalah kewajiban menggunakan pelatih lokal dengan lisensi minimal A AFC, yang otomatis mengeliminasi Milomir Seslija dari kursi pelatih. Selain itu, kuota pemain impor juga lebih terbatas dibandingkan di kasta tertinggi, yang berpotensi membuat sejumlah pilar hengkang. Situasi ini menuntut manajemen bergerak cepat dalam rekrutmen dan retensi pemain.
Meski belum mempublikasikan aktivitas secara terbuka, Rimbo menegaskan bahwa internal manajemen sudah bekerja sejak libur kompetisi. "Mohon maaf jika belum mempublikasikan aktivitas yang dilakukan manajemen. Tetapi, sejak libur kompetisi internal manajemen sudah melakukan pembenahan," jelasnya. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan elemen suporter untuk mempresentasikan kesiapan tim dalam waktu dekat.
Langkah Persis Solo ini menjadi ujian bagi konsistensi manajemen dalam membangun tim yang kompetitif. Pertanyaan besarnya, apakah fondasi yang diletakkan sekarang cukup kokoh untuk menghadapi tekanan kompetisi dan ekspektasi suporter yang tinggi?



