Paraguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Enciso Jadi Andalan di Grup D
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Gustavo Alfaro memanggil 26 pemain untuk debut Paraguay di Piala Dunia setelah absen sejak 2010.
- Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Antonio Sanabria menjadi tumpuan lini depan La Albirroja.
- Paraguay tergabung di Grup D bersama Australia, Turki, dan tuan rumah Amerika Serikat.
Pelatih kepala Paraguay, Gustavo Alfaro, akhirnya merilis daftar 26 pemain yang akan membela La Albirroja di putaran final Piala Dunia 2026. Ini menjadi momen bersejarah karena Paraguay kembali tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia setelah terakhir kali berlaga di Afrika Selatan 2010.
Dalam pengumuman yang disampaikan melalui kanal resmi FIFA, Alfaro memanggil sejumlah nama bintang, termasuk penyerang muda berbakat Julio Enciso yang baru berusia 22 tahun. Enciso, yang kini memperkuat Brighton & Hove Albion di Liga Inggris, dianggap sebagai motor serangan Paraguay. Ia akan didukung oleh Miguel Almiron, gelandang serang Atlanta United, serta Antonio Sanabria, penyerang Torino.
Di lini belakang, Alfaro tak perlu khawatir. Ia memiliki duet bek tengah berpengalaman yang bermain di kompetisi Brasil: Gustavo Gomez (Palmeiras) dan Fabian Balbuena (Gremio). Keduanya diharapkan menjadi tembok kokoh menghadapi tekanan lawan di Grup D yang berat.
Jadwal pertandingan Paraguay di fase grup cukup menantang. Mereka akan memulai petualangan melawan tuan rumah Amerika Serikat pada 12 Juni di Los Angeles Stadium. Enam hari kemudian, giliran Turki yang menjadi lawan di San Francisco Bay Area Stadium. Laga terakhir melawan Australia juga akan digelar di venue yang sama pada 25 Juni.
Bagi Indonesia, kehadiran Paraguay di Piala Dunia 2026 menjadi tontonan menarik. Beberapa pemain Paraguay pernah merumput di Liga Indonesia, seperti gelandang bertahan Andres Cubas yang sempat memperkuat Persija Jakarta. Meski Cubas kini bermain di klub Brasil, pengalamannya di Asia Tenggara bisa menjadi nilai tambah. Selain itu, gaya bermain Paraguay yang keras dan disiplin kerap menjadi inspirasi bagi tim-tim Asia, termasuk Indonesia, dalam menghadapi lawan-lawan tangguh.
Alfaro, pelatih asal Argentina, dikenal sebagai arsitek taktik yang cermat. Ia berhasil membawa Paraguay lolos ke Piala Dunia setelah melalui babak kualifikasi yang sulit. Kini, tantangan terbesarnya adalah memadukan pemain muda seperti Enciso dengan pemain senior seperti Almiron dan Gomez agar mampu bersaing di panggung global.
Dengan komposisi skuad yang seimbang, Paraguay berpeluang menjadi kuda hitam di Grup D. Namun, tekanan sebagai pendatang baru dan harus berhadapan dengan tuan rumah Amerika Serikat membuat langkah mereka tidak mudah. Pertanyaannya, akankah La Albirroja mampu mengulang kejutan seperti saat mencapai perempat final pada 2010? Atau justru akan tersisih di fase grup? Publik sepak bola dunia, termasuk Indonesia, patut menanti aksi mereka.



