Manchester United Siap Rekrut Ederson, Gelandang Bergaya Paul Pogba
Baca dalam 60 detik
- Manchester United hampir mengamankan jasa gelandang Atalanta, Ederson, dengan kesepakatan pribadi sudah tercapai dan negosiasi antar klub memasuki tahap akhir.
- Gelandang Brasil berusia 26 tahun itu dianggap memiliki kemiripan gaya bermain dengan Paul Pogba, terutama dalam kemampuan bertahan dan distribusi bola.
- Kedatangan Ederson diharapkan memperkuat lini tengah Setan Merah yang butuh tambahan daya gedor dan stabilitas, dengan biaya transfer sekitar €40 juta.

Manchester United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan menargetkan gelandang Atalanta, Ederson, sebagai rekrutan pertama era Michael Carrick. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa negosiasi telah memasuki tahap sangat lanjut, dengan kesepakatan personal bersama pemain sudah rampung. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub untuk membangun skuad yang kompetitif setelah finis di posisi ketiga Premier League musim lalu.
Ederson, yang kontraknya di Atalanta tersisa satu tahun, dihargai sekitar €40 juta atau setara £35 juta. Angka tersebut terbilang wajar mengingat performa konsistennya di Serie A. Sepanjang musim 2025/26, ia mencatat rata-rata 2,4 tekel dan 5,5 duel tanah per 90 menit, serta akurasi umpan mencapai 89 persen. Statistik ini menempatkannya dalam 20 persen gelandang terbaik di Italia untuk kategori tersebut.
Yang menarik, gaya bermain Ederson kerap dibandingkan dengan Paul Pogba. Seperti mantan bintang United itu, Ederson memiliki kemampuan menjelajah dari kotak penalti ke kotak penalti, dengan postur kuat dan naluri menyerang yang tajam. Namun, tanggung jawab utamanya di Old Trafford kemungkinan besar adalah menambah kekokohan di lini tengah, bukan sekadar menjadi kreator serangan. Perbandingan dengan Pogba—yang mencetak 30 gol dan 51 assist selama dua periode bersama United—menjadi tolok ukur yang berat bagi pemain Brasil tersebut.
Keputusan United untuk merekrut Ederson tak lepas dari kebutuhan mendesak akan gelandang bertahan yang bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Meski Carrick berhasil membawa tim finis di posisi tiga besar, konsistensi di lini tengah masih menjadi pekerjaan rumah. Kehadiran pemain seperti Ederson diharapkan bisa memberikan keseimbangan, terutama saat menghadapi tim-tim papan atas yang mengandalkan transisi cepat.
Dari sudut pandang penggemar sepak bola Indonesia, langkah ini menarik untuk diikuti. Manchester United memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan setiap pergerakan di bursa transfer selalu menjadi perbincangan hangat. Jika transfer ini terealisasi, Ederson akan menjadi pemain Brasil ketiga di skuad utama setelah Antony dan Casemiro, memperkuat jejak pemain Samba di Old Trafford. Para pengamat di Indonesia menilai bahwa perekrutan ini bisa menjadi kunci bagi Carrick untuk bersaing memperebutkan gelar musim depan.
"Man United have already reached very advanced stages of the deal. It's very advanced. On player side it is done and we're waiting on the finishing touches from both clubs," ujar Fabrizio Romano dalam kanal YouTube-nya.
Jika semua berjalan lancar, Ederson akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Carrick yang telah menandatangani kontrak hingga 2027. Pertanyaan besarnya: mampukah ia mengulang kesuksesan Pogba—atau bahkan melampauinya—tanpa drama yang sama? Jawabannya akan mulai terlihat saat musim 2026/27 bergulir.



