Rekor Buruk Menanti: Indonesia U-19 Waspadai Myanmar di Laga Perdana Piala AFF U-19 2026
Baca dalam 60 detik
- Indonesia U-19 memiliki rekor pertemuan negatif melawan Myanmar U-19, dengan lima kekalahan dari delapan laga.
- Myanmar U-19, meski sempat juara Piala AFF U-19 2005, kini tengah dalam tren menurun dan gagal lolos fase grup pada dua edisi terakhir.
- Laga di Medan pada 1 Juni 2026 menjadi ujian awal bagi Garuda Muda untuk membalikkan statistik dan menjaga asa lolos ke semifinal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1709217/original/053011300_1505306594-Timnas-Indonesia-U-197.jpg)
Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi ujian berat di laga perdana Grup A Piala AFF U-19 2026 saat berjumpa Myanmar U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Rabu (1/6/2026) pukul 20.00 WIB. Meski di atas kertas Garuda Muda lebih diunggulkan, catatan historis justru menunjukkan dominasi lawan yang tak bisa diabaikan.
Dalam delapan pertemuan sepanjang sejarah turnamen, Indonesia U-19 hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan. Selisih gol pun tak berpihak: 13 gol dicetak Garuda Muda, sementara Myanmar membobol gawang Indonesia sebanyak 16 kali. Angka ini menjadi alarm bagi skuad asuhan Nova Arianto yang harus tampil maksimal sejak awal.
Namun, dalam tiga pertemuan terakhir, tren mulai berbalik. Indonesia U-19 berhasil memenangi dua laga dan satu lainnya berakhir imbang. Momentum ini diharapkan bisa menjadi modal psikologis untuk memutus rantai rekor buruk di masa lalu. Pelatih Nova Arianto menekankan pentingnya fokus penuh dan disiplin taktik, mengingat Myanmar kerap merepotkan dengan permainan fisik dan transisi cepat.
Myanmar U-19 bukan lawan sembarangan. Tim berjuluk Chinthe ini memiliki sejarah gemilang di level Asia, pernah tujuh kali menjadi juara Piala Asia U-19 pada era 1960-an dan 1970-an. Namun, prestasi itu kini tinggal kenangan. Dalam dua edisi terakhir Piala AFF U-19 (2022 dan 2024), mereka gagal melaju dari fase grup. Pada 2024, Myanmar hanya mampu bermain imbang melawan Vietnam dan Laos, lalu kalah tipis dari Australia.
Bagi Indonesia U-19, laga ini menjadi krusial untuk mengamankan posisi di puncak klasemen Grup A. Jika mampu mengalahkan Myanmar, langkah Garuda Muda menuju semifinal akan terbuka lebar. Sebaliknya, hasil buruk bisa membuat tekanan semakin besar pada pertandingan berikutnya. Dengan dukungan penuh suporter di Medan, Nova Arianto berharap anak asuhnya mampu tampil lepas dan memanfaatkan kelemahan lawan.
Pertanyaannya, akankah Garuda Muda mampu memutus tradisi buruk dan memulai turnamen dengan kemenangan? Atau justru Myanmar kembali menjadi batu sandungan? Jawabannya akan terjawab di lapangan hijau Medan nanti malam.



