Ryamizard Ryacudu Tutup Usia: Kenangan Bersama Prabowo di Lembah Tidar
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Minggu, 31 Mei 2026.
- Ia dikenal sebagai sahabat karib Presiden Prabowo Subianto sejak masa taruna di Akademi Militer, sering berbagi hukuman dan kenakalan.
- Ryamizard mengawali karier militer dari Komandan Peleton hingga menjabat KSAD, lalu dipercaya Jokowi sebagai Menhan hingga 2019.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2948819/original/006189000_1571911531-20191024-Sertijab_Menhan-Faizal_Fanani_7.jpg)
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Darat, mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026). Kepergiannya menyisakan duka di kalangan militer dan politik nasional, terutama karena ia dikenal sebagai sahabat dekat Presiden Prabowo Subianto sejak masa taruna di Lembah Tidar.
Ryamizard dan Prabowo menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada awal 1970-an. Dalam satu kompi, keduanya kerap mendapat hukuman karena kenakalan khas taruna. Ryamizard pernah menceritakan bahwa mereka sama-sama dihukum memanjat tiang listrik akibat belum hafal Sapta Marga. "Prabowo ini kawan saya, dulu waktu taruna sama-sama satu kompi, sama-sama dihukum," ujarnya dalam sebuah wawancara. Kenangan itu menunjukkan ikatan yang terbentuk di tengah kerasnya pendidikan militer.
Karier militer Ryamizard dan Prabowo kerap beriringan. Ryamizard mengikuti jejak Prabowo sebagai Komandan Brigade Infanteri (Kasbrig) dan Panglima Kostrad (Pangkostrad). "Saya sangat bangga dengan beliau. Beliau Kasbrig, saya mengikuti langkahnya. Beliau Pangkostrad saya mengikuti langkahnya juga," kenang Ryamizard. Kesamaan lintasan ini membuat keduanya menjadi simbol generasi perwira yang tumbuh bersama dalam sejarah militer Indonesia.
Bagi pembaca Indonesia, kisah Ryamizard dan Prabowo mencerminkan pentingnya jejaring dan loyalitas dalam institusi militer yang kemudian berdampak pada panggung politik nasional. Ryamizard, yang dikenal cerdas dan tangkas, dipanggil Presiden Joko Widodo untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan pada 2014โsebuah peran yang sebelumnya dipegang oleh Prabowo di era pemerintahan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bagaimana hubungan personal dapat memengaruhi dinamika kekuasaan di Indonesia.
Selain kedekatannya dengan Prabowo, Ryamizard juga diingat sebagai perwira yang disiplin dan berdedikasi. Ia memulai karier dari bawah, menjabat berbagai posisi strategis seperti Pangdam V/Brawijaya, Pangdam Jaya, dan Pangkostrad sebelum menjadi KSAD. Inspirasi dari Gajah Mada dan perjuangan ayahnya mendorongnya untuk terus mengabdi pada negara. Dengan berpulangnya Ryamizard, satu lagi tokoh kunci dalam sejarah militer dan pertahanan Indonesia telah tiada. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah bagaimana warisan kepemimpinan dan nilai-nilai yang ia tanamkan akan dilanjutkan oleh generasi penerus TNI.