22 Tahun Penantian Usai: Ribuan Fans Arsenal Banjiri London Utara Rayakan Gelar Premier League
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menggelar pesta kemenangan Premier League pertama dalam 22 tahun, dihadiri ratusan ribu suporter di rute sepanjang 8 kilometer melintasi Islington.
- Perayaan berlangsung sehari setelah kekalahan dramatis di final Liga Champions melawan PSG, namun euforia tetap tak terbendung.
- Polisi menerjunkan 500 personel dan tim drone, sembilan orang ditangkap, sementara petugas pemadam kebakaran mengimbau penggunaan kembang api secara bertanggung jawab.

Ratusan ribu pendukung Arsenal membanjiri jalan-jalan London utara pada Minggu (18/5) untuk merayakan gelar Premier League pertama klub dalam 22 tahun, sebuah kemenangan yang mengakhiri masa paceklik panjang sejak era The Invincibles pada 2004.
Para pemain pria dan wanita bergantian melambai dari bus tingkat terbuka dalam rute sepanjang lima mil (sekitar 8 kilometer) yang melingkari Stadion Emirates. Trofi bergengsi itu diarak di hadapan lautan manusia yang bersorak, melambungkan syal, dan menyalakan suar. Tim wanita turut serta setelah memenangkan Piala Champions Wanita FIFA perdana musim ini.
Perayaan ini berlangsung sehari setelah tim pria harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dalam adu penalti di final Liga Champions di Budapest. Meski kalah dramatis, euforia di jalanan tetap membuncah. “Kami sudah mengetuk pintu selama empat musim terakhir dan akhirnya berhasil. Saya sangat gembira,” ujar Joe, seorang penggemar yang hadir bersama putranya, Trey, kepada BBC.
Bagi banyak suporter, momen ini terasa sangat emosional. Theresa, yang lahir tak jauh dari stadion Arsenal, mengaku sudah mendukung klub sejak lahir. “Sudah lama sekali Arsenal tidak punya sesuatu untuk diteriakkan dan dirayakan,” katanya. Sementara itu, Michael—penggemar sejak era Thierry Henry—menyebut kemenangan ini sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan” dan yakin klub akan terus meningkat.
Namun euforia juga diwarnai insiden kecil. Polisi Metropolitan menyebut parade ini sebagai salah satu operasi pengamanan terbesar tahun ini. Hingga pukul 18.00 waktu setempat, sembilan orang ditangkap atas tuduhan mabuk dan perilaku tidak tertib, kepemilikan narkoba, pelecehan seksual, dan penyerangan terhadap petugas darurat. Sebuah suar liar menyebabkan kebakaran kecil di sebuah hotel, dan sekitar 75 orang dievakuasi dari insiden di ketinggian.
Asisten Komisaris Pat Goulbourne dari Dinas Pemadam Kebakaran London mengimbau para penggemar untuk tidak menggunakan kembang api di dekat bangunan atau stasiun. “Untungnya api hanya merusak sedikit bagian luar bangunan. Suar juga diduga memicu alarm kebakaran di beberapa lokasi lain,” ujarnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perayaan Arsenal ini menjadi pengingat betapa besarnya basis penggemar klub di Tanah Air. Arsenal memiliki jutaan pendukung setia di Indonesia, dan momen seperti ini kerap dirayakan dengan nobar dan pawai kecil di berbagai kota. Keberhasilan Arsenal memutus puasa gelar Premier League juga menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dan investasi jangka panjang—sesuatu yang mulai diterapkan klub-klub Indonesia dalam mengelola tim.
Ke depan, tantangan Arsenal adalah mempertahankan konsistensi di tengah dominasi Manchester City dan kebangkitan Liverpool. Bisakah Mikel Arteta mempertahankan skuad inti dan menambah amunisi di bursa transfer? Atau justru tekanan ekspektasi yang semakin tinggi akan menjadi bumerang? Jawabannya baru akan terlihat musim depan.



