Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan: Transparansi atau Masalah Internal?
Baca dalam 60 detik
- Sejak diluncurkan Februari 2025, Danantara belum mempublikasikan laporan keuangan; COO Dony Oskaria mengaitkannya dengan proses pembersihan keuangan BUMN yang belum tuntas.
- Pembersihan keuangan ini dinilai sebagai langkah awal untuk meningkatkan transparansi, namun ketiadaan laporan menimbulkan spekulasi tentang tata kelola holding BUMN tersebut.
- PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan mulai beroperasi 1 Juni 2026, mengelola ekspor batu bara, sawit, dan ferro alloy, dengan evaluasi tiga bulan sebelum implementasi penuh pada 2027.

Lebih dari setahun sejak resmi diluncurkan pada Februari 2025, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara belum juga merilis laporan keuangan kepada publik. Ketiadaan laporan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor dan pengamat BUMN, terutama mengingat janji transparansi yang digaungkan saat pembentukan holding investasi tersebut.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, akhirnya angkat bicara dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026). Ia menjelaskan bahwa keterlambatan ini justru merupakan bagian dari komitmen transparansi. βKami sedang melakukan pembersihan keuangan BUMN dan ada yang belum selesai,β ujarnya. Menurut Dony, proses pembersihan ini diperlukan untuk memastikan data keuangan yang akurat sebelum dipublikasikan.
Penjelasan tersebut, meski bernada meyakinkan, belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran. Sejumlah analis menilai bahwa ketiadaan laporan keuangan selama lebih dari setahun dapat mempengaruhi kepercayaan pasar terhadap kredibilitas Danantara. Apalagi, holding ini mengelola aset BUMN bernilai triliunan rupiah dan diharapkan menjadi motor investasi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Dony juga mengumumkan dimulainya operasi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), anak usaha yang akan fokus pada ekspor tiga komoditas utama: batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dengan masa evaluasi tiga bulan ke depan. Jika hasilnya memuaskan, implementasi penuh ekspor melalui DSI akan dilakukan pada 1 Januari 2027.
Langkah ini dinilai strategis untuk mengonsolidasi ekspor komoditas nasional dan meningkatkan nilai tambah. Namun, pengamat ekonomi mengingatkan bahwa keberhasilan DSI sangat bergantung pada transparansi dan tata kelola yang baik. βRata-rata perusahaan ini adalah perusahaan terbuka, dan masyarakat akan mendapatkan manfaat yang lebih,β kata Dony optimistis.
Bagi investor dan pelaku pasar, kejelasan laporan keuangan Danantara menjadi kunci untuk menilai prospek holding ini. Tanpa data yang transparan, sulit bagi publik untuk mengukur kinerja dan risiko investasi. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pembersihan keuangan akan selesai tepat waktu, dan akankah laporan keuangan Danantara hadir sebelum akhir tahun 2026?



