Skotlandia Menang 4-1 Atas Curacao: Shankland Bersinar, Gilmour Tergusur dari Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lawrence Shankland mencetak dua gol dan remaja Findlay Curtis mengukir gol internasional pertamanya dalam kemenangan Skotlandia.
- Cedera lutut Billy Gilmour memupus harapannya tampil di Piala Dunia, membuka peluang bagi Tyler Fletcher.
- Pertahanan Skotlandia masih rentan terhadap serangan cepat, menjadi catatan serius jelang menghadapi Brasil dan Maroko.

Kemenangan 4-1 Skotlandia atas Curacao di Hampden Park pada Sabtu (7/6) menyisakan campuran antara optimisme dan kekhawatiran menjelang Piala Dunia. Dua gol Lawrence Shankland dan gol perdana Findlay Curtis menjadi sorotan, namun cedera Billy Gilmour yang mengakhiri partisipasinya di turnamen menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Steve Clarke.
Shankland, yang kerap diragukan kemampuannya di level internasional, membuktikan naluri golnya dengan dua penyelesaian klinis di dalam kotak penalti. Pelatih Clarke mengakui bahwa pemain Hearts itu sempat kesulitan di babak pertama karena terlalu sering turun ke tengah, namun di babak kedua ia menunjukkan kualitasnya sebagai predator sejati. "Lawrence adalah pemain bagus, saya tidak pernah meragukannya," ujar Clarke, menepis kritik media terhadap sang striker.
Di sisi lain, penampilan Curtis yang baru berusia 19 tahun menjadi angin segar. Pemain pinjaman Rangers di Kilmarnock itu masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mengubah jalannya pertandingan. Umpan terobosan, sentuhan pertama yang halus, dan penyelesaian kaki kiri yang akurat membawa Skotlandia menyamakan kedudukan setelah sempat tertinggal 0-1. Pelatih Kilmarnock, Neil McCann, memuji kepercayaan diri Curtis yang "tidak perlu melihat gawang" saat melepaskan tembakan.
Namun, kemenangan ini tidak menutupi kelemahan struktural yang terlihat. Gol pembuka Curacao yang dicetak Tahith Chong memperlihatkan betapa rentannya duet bek tengah Scott McKenna dan John Souttar terhadap serangan balik cepat. McKenna kehilangan posisi saat menghadapi umpan panjang, sementara Souttar kalah kecepatan dari Chong. Dengan Brasil dan Maroko yang memiliki penyerang-penyerang lincah di grup, masalah ini bisa menjadi bencana. Dom Hyam yang tampil di babak kedua tidak banyak diuji karena Curacao bermain dengan 10 orang sejak menit ke-60.
Cedera Gilmour menjadi sorotan lain. Gelandang Brighton itu harus meninggalkan lapangan setelah mengalami cedera lutut di akhir babak pertama. Ia dipastikan absen di Piala Dunia, dan Tyler Fletcher yang baru berusia 19 tahun dipanggil sebagai pengganti. Meski demikian, lini tengah Skotlandia masih memiliki kedalaman yang baik. Lewis Ferguson, Kenny McLean, Ryan Christie, Scott McTominay, dan John McGinn adalah opsi yang sudah teruji. Clarke kemungkinan akan memainkan McTominay dan McGinn di posisi lebih maju untuk memaksimalkan kontribusi gol mereka.
Pelatih Curacao, Dick Advocaat, memberikan peringatan kepada Skotlandia tentang lawan pertama mereka di Piala Dunia, Haiti. "Kami mengalahkan Haiti 5-1, tapi itu lima serangan, lima gol. Mereka punya 20 serangan tanpa gol. Mereka tim yang bagus," kata Advocaat. Ia menambahkan bahwa Haiti memiliki pemain cepat dan kuat, namun Skotlandia juga punya pemain muda berbakat yang bisa menjadi kejutan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi pengingat bahwa persiapan menuju Piala Dunia tidak pernah mulus. Skotlandia, yang akan menjadi lawan potensial bagi tim Asia jika bertemu di fase gugur, menunjukkan bahwa mereka memiliki daya gedor namun juga kerapuhan di lini belakang. Pertanyaan besarnya: mampukah Clarke meramu strategi yang tepat dalam waktu singkat untuk menutup celah di pertahanan?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7545043/original/087577100_1780320456-Watermark_Landscape_Baru.jpg)
