Amanda Serrano Samai Rekor KO Christy Martin, Hajar Hanson di Ronde Kedua
Baca dalam 60 detik
- Petinju Puerto Riko Amanda Serrano mencatatkan kemenangan KO ke-32, menyamai rekor legenda Christy Martin, setelah menghentikan Cheyenne Hanson di ronde kedua di El Paso, Texas.
- Kemenangan ini mempertahankan sabuk WBA dan WBO kelas bulu Serrano, sekaligus menjadi yang pertama mengalahkan Hanson dalam jarak penuh.
- Di laga lain, Stephanie Han mengalahkan Holly Holm lewat keputusan mayoritas dan menantang Katie Taylor, sementara O'Shaquie Foster sukses mempertahankan gelar WBC super-featherweight.

Amanda Serrano kembali membuktikan diri sebagai salah satu petinju paling mematikan di era modern. Dalam laga yang berlangsung di El Paso, Texas, Sabtu malam waktu setempat, petinju berusia 37 tahun itu menghentikan Cheyenne Hanson pada ronde kedua untuk mempertahankan sabuk WBA dan WBO kelas bulu sekaligus menyamai rekor knockout terbanyak dalam sejarah tinju wanita.
Serrano, yang kini mengoleksi 32 kemenangan KO, sejajar dengan Christy Martin—sosok pionir yang membuka jalan bagi petinju wanita di era 1990-an. Catatan ini menempatkan Serrano di puncak daftar petinju wanita paling produktif dalam hal penyelesaian dini. Hanson, petinju Jerman berusia 28 tahun, menjadi lawan ke-32 yang tak mampu bertahan hingga bel akhir berbunyi. Sebelumnya, Hanson belum pernah kalah dalam jarak penuh.
Pertarungan berlangsung satu arah. Serrano langsung mendominasi sejak ronde pertama, dan pada ronde kedua ia memojokkan Hanson di sudut ring. Pukulan bertubi-tubi yang tak terbalas memaksa wasit menghentikan pertarungan. Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Serrano masih menjadi ancaman serius di kelas bulu, terutama jika duel ulang melawan Katie Taylor—satu-satunya petinju yang pernah mengalahkannya tiga kali—terwujud.
Di laga utama pendamping, mantan bintang UFC Holly Holm kembali menuai kekecewaan. Ia kalah tipis dari Stephanie Han melalui keputusan mayoritas dalam perebutan gelar WBA kelas ringan. Dua juri memberikan skor 96-94 untuk Han, sementara satu juri lainnya mencatat hasil imbang 95-95. Holm sebelumnya menyatakan ingin tampil impresif lalu menantang Katie Taylor di Irlandia, namun ambisi itu kandas. Sebaliknya, Han langsung menantang Taylor di atas ring. "Pertarungan yang saya inginkan, dan saya tahu semua petinju menginginkannya, adalah Katie Taylor," ujar Han.
Pertarungan Holm vs Han menyoroti persaingan ketat di kelas ringan wanita. Han, yang masih belum terkalahkan, kini berada dalam posisi untuk mendapatkan laga besar. Sementara Holm, yang sudah berusia 43 tahun, harus memikirkan kembali langkah selanjutnya setelah dua kekalahan beruntun.
Pada laga lain, Desley Robinson mempertahankan gelar IBF dan WBO kelas menengah dengan kemenangan mutlak atas Mary Spencer. Lourdes Juarez dari Meksiko juga sukses mempertahankan sabuk WBC kelas terbang ringan lewat keputusan split yang kontroversial atas Yokasta Valle. Sementara itu, O'Shaquie Foster tampil impresif dengan mengalahkan Raymond Ford melalui keputusan mayoritas untuk mempertahankan gelar WBC super-featherweight di Houston.
Bagi penggemar tinju Indonesia, dominasi Serrano dan munculnya penantang baru seperti Stephanie Han bisa menjadi tontonan menarik. Namun, belum ada petinju Indonesia yang mampu menembus jajaran elite tinju wanita dunia. Pertanyaan besarnya: akankah Serrano akhirnya mendapatkan duel trilogi melawan Katie Taylor yang selama ini dinantikan, atau justru Han yang lebih dulu menantang sang juara Irlandia?



