Ellie Kildunne Tinggalkan Harlequins: Pilar Rugby Inggris Cari Tantangan Baru
Baca dalam 60 detik
- Pemain belakang timnas Inggris, Ellie Kildunne, akan hengkang dari Harlequins setelah musim ini usai, menandai pergerakan besar di rugby putri Inggris.
- Kepergian Kildunne terjadi di tengah dominasi klub lain seperti Gloucester-Hartpury dan Saracens, serta ketertarikannya pada liga tandingan R360 yang tertunda hingga 2028.
- Perpindahan ini berpotensi memicu perburuan bakat global, termasuk kemungkinan daya tarik bagi klub-klub di Asia dan Australia yang mulai mengembangkan rugby putri.

Ellie Kildunne, pemain belakang timnas Inggris yang menjadi ikon kemenangan Piala Dunia Rugby Putri tahun lalu, memutuskan untuk meninggalkan Harlequins pada akhir musim ini. Keputusan ini mengguncang peta persaingan rugby putri Inggris, mengingat statusnya sebagai salah satu figur paling dikenal di kancah internasional.
Bergabung dengan Harlequins pada 2021 setelah sebelumnya membela Wasps, Kildunne mencatatkan 52 tries dalam 60 penampilan. Namun, prestasi individu gemilang itu tak sejalan dengan performa klub. Harlequins yang menjadi juara bertahan di musim debutnya kini tertinggal dari Gloucester-Hartpury dan Saracens. Musim ini, Quins bahkan gagal lolos ke babak play-off, hanya dua kali mencapai semifinal selama lima musim Kildunne berseragam The Stoop.
Kepergian Kildunne bukan sekadar perpindahan pemain biasa. Ia adalah pemegang gelar Pemain Terbaik Dunia 2024 dan mencetak lima tries di Piala Dunia terakhir, termasuk aksi solo brilian di final melawan Kanada. Dalam unggahan Instagram, Kildunne mengakui beratnya meninggalkan klub yang telah memberinya banyak kenangan, namun menekankan pentingnya berada di lingkungan yang tepat untuk berkembang. "Saya selalu berusaha menjadi pemain terbaik, dan itu berarti berada di tempat yang menghargai setiap individu," tulisnya.
Harlequins sendiri mengakui kontribusi Kildunne. CEO Laurie Dalrymple menyatakan keyakinannya bahwa program putri klub akan kembali bersaing di papan atas. "Ellie telah menginspirasi generasi pemain perempuan, dan kami optimistis masa depan Harlequins Women cerah," ujarnya. Namun, kepergian Kildunne menjadi pukulan telak bagi upaya kebangkitan klub.
Di luar lapangan, Kildunne sempat menyatakan minatnya bergabung dengan seri R360, sebuah liga global bergaya F1 yang menargetkan pemain top putra dan putri. Namun, proyek itu terpaksa ditunda hingga 2028 karena kesulitan mendapatkan ratifikasi World Rugby dan tentangan dari serikat nasional. Situasi ini membuat masa depan Kildunne masih belum jelas, meskipun sejumlah klub besar Eropa dikabarkan siap menampungnya.
Pergerakan pemain bintang tidak hanya terjadi di Harlequins. Sale Sharks baru saja mengamankan kapten Inggris Zoe Stratford dan rekan setimnya Tatyana Heard untuk musim depan. Sementara itu, babak play-off Premiership Women's Rugby musim ini akan diikuti Gloucester-Hartpury, Saracens, Exeter, dan Ealing Trailfinders, dengan semifinal dijadwalkan pada 14 Juni.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi cerminan bagaimana rugby putri global semakin profesional dan kompetitif. Meskipun rugby belum menjadi olahraga utama di Tanah Air, meningkatnya mobilitas pemain top seperti Kildunne bisa menjadi inspirasi bagi atlet putri Indonesia yang menekuni cabang olahraga minoritas. Pertanyaannya, akankah federasi rugby Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan bakat lokal?



