PSG Juara Liga Champions: Luis Enrique Samai Guardiola, Milan Mulai Incar Slot
Baca dalam 60 detik
- Paris Saint-Germain menaklukkan Arsenal lewat adu penalti 5-4 untuk meraih gelar Liga Champions kedua mereka, sekaligus mengukuhkan Luis Enrique sebagai pelatih elite Eropa.
- Kekalahan Arsenal menyoroti kelemahan mental tim Mikel Arteta di momen krusial, sementara PSG menunjukkan dominasi Prancis di panggung tertinggi Eropa.
- Arne Slot, yang dipecat Liverpool, masuk bursa pelatih AC Milan; keputusan klub Italia akan memengaruhi peta persaingan Serie A musim depan.

Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya menahbiskan diri sebagai raja Eropa untuk kedua kalinya setelah menundukkan Arsenal melalui adu penalti 5-4 di partai final Liga Champions. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan dominasi klub Prancis di bawah asuhan Luis Enrique, tetapi juga menempatkan pelatih asal Spanyol itu sejajar dengan nama-nama legendaris seperti Pep Guardiola, Bob Paisley, dan Zinedine Zidane—masing-masing dengan tiga gelar si kuping besar.
Pertandingan yang berlangsung sengit di Budapest itu menyajikan drama sejak menit awal. Arsenal unggul lebih dulu melalui Kai Havertz, namun PSG menyamakan kedudukan lewat gol Ousmane Dembele di babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tos-tosan. Di momen penuh tekanan itu, dua algojo Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães, gagal menjalankan tugasnya, sementara para eksekutor PSG tetap dingin. Luis Enrique, yang meraih gelar ketiganya sebagai pelatih, menyatakan bahwa timnya belum puas dan akan terus berburu trofi.
Kekalahan Arsenal ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Mikel Arteta yang ingin mengembalikan kejayaan The Gunners di Eropa. Meski tampil dominan di babak pertama, kegagalan memanfaatkan peluang dan kesalahan fatal di adu penalti menunjukkan bahwa Arsenal masih kekurangan ketajaman mental di panggung terbesar. Bagi PSG, kemenangan ini membuktikan bahwa proyek besar mereka di bawah kepemilikan Qatar mulai membuahkan hasil, meski jalan menuju konsistensi masih panjang.
Sementara itu, bursa pelatih di Italia memanas. Arne Slot, yang baru saja dipecat Liverpool setelah finis di peringkat kelima Premier League, masuk dalam daftar incaran AC Milan. Pelatih asal Belanda itu dikabarkan membuka peluang untuk melatih Rossoneri, namun ia ingin memastikan proyek klub sejalan dengan visinya. Milan sendiri masih mempertimbangkan beberapa nama lain, termasuk Ignacio Abate yang tetap menjadi kandidat utama. Keputusan akhir akan diambil setelah pertemuan dengan manajemen klub.
Di kubu Napoli, gelandang Kevin De Bruyne melontarkan kritik pedas terhadap pelatih Antonio Conte yang disebutnya tidak pernah memainkannya di posisi yang tepat. “Saya tidak pernah bermain di posisi saya,” ujar pemain Belgia itu, yang juga mengaku senang dengan kepergian Conte. Pernyataan ini menambah ketegangan di dalam skuad Partenopei, yang musim depan harus berbenah jika ingin bersaing di papan atas Serie A.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dominasi PSG dan dinamika transfer di Eropa memberikan gambaran bahwa persaingan di level tertinggi semakin ketat. Klub-klub Italia seperti Milan dan Napoli tengah berusaha bangkit, sementara kekuatan baru seperti PSG siap menggeser dominasi tradisional. Pertanyaan besarnya: akankah Serie A mampu kembali ke puncak Eropa, atau justru semakin tertinggal dari raksasa Prancis dan Inggris?



