Duel Indonesia Vs Vietnam di Pakansari: Laga Pamungkas Fase Grup AFF 2026 yang Paling Dinanti
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Indonesia kontra Vietnam pada 3 Agustus 2026 di Stadion Pakansari menjadi laga paling dinanti di Grup A Piala AFF 2026.
- Timnas Indonesia hanya mengandalkan pemain dari liga domestik karena turnamen tidak masuk kalender FIFA, berbeda dengan laga uji coba internasional.
- PSSI mempercepat renovasi Stadion Pakansari untuk menyambut fase grup, dengan harapan mengakhiri puasa gelar AFF setelah enam kali menjadi runner-up.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4284006/original/032815200_1673012203-11_20230106BL_Semifinal_Piala_AFF_2022_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Vietnam-125.jpg)
Pertemuan antara Timnas Indonesia dan Vietnam pada fase grup Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, 3 Agustus mendatang, diprediksi menjadi laga paling menyedot perhatian publik. Bukan hanya karena rivalitas kedua negara yang sudah mengakar, tetapi juga karena hasil duel ini akan sangat menentukan langkah Garuda menuju babak gugur.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, melalui kanal YouTube pribadinya, menyebut bahwa atmosfer pertandingan kandang kedua Indonesia itu akan luar biasa. “Pasti banyak yang ingin menonton. Duel antara Indonesia melawan Vietnam tepatnya akan berlangsung pada tanggal 3 Agustus,” ujarnya. Ia menambahkan, antusiasme suporter dipicu oleh sejarah persaingan sengit dan ambisi Indonesia yang belum pernah sekalipun menjuarai turnamen Asia Tenggara sejak edisi perdana 1996.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Format baru Piala AFF 2026 menerapkan sistem dua kandang dan dua tandang di fase grup. Tim asuhan John Herdman akan menjamu Kamboja pada 27 Juli, lalu Vietnam pada 3 Agustus. Adapun laga tandang dijadwalkan melawan pemenang kualifikasi (31 Juli) dan Singapura (7 Agustus) di Stadion Nasional Singapura.
Karena Piala AFF bukan agenda resmi FIFA, seluruh peserta hanya bisa memanfaatkan pemain yang berlaga di kompetisi domestik. Herdman, yang sebelumnya menukangi Kanada, harus meramu skuad terbaik dari Liga Super Indonesia tanpa bantuan pemain abroad seperti yang biasa tampil di FIFA Matchday. “Tidak ada pemain-pemain abroad yang bermain di Eropa di Piala AFF karena ini bukan agenda FIFA,” tegas Ropan. Langkah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih asal Inggris tersebut, yang juga harus mempersiapkan tim untuk laga uji coba melawan Oman (5 Juni) dan Mozambik (9 Juni).
PSSI bergerak cepat membenahi Stadion Pakansari yang akan menjadi markas Garuda selama fase grup. “Sekarang Stadion Pakansari sedang bersolek, sedang berbenah. PSSI sudah survei, sudah melihat dan diperbaiki serta menginovasi,” ungkap Ropan. Langkah ini menunjukkan keseriusan federasi dalam memberikan fasilitas terbaik bagi tim dan suporter, sekaligus memenuhi standar penyelenggaraan turnamen.
Bagi Indonesia, Piala AFF 2026 menjadi ajang pembuktian setelah enam kali menjadi runner-up tanpa sekalipun meraih gelar. Di bawah komando John Herdman, harapan publik menguat. Namun, Herdman sendiri menekankan pentingnya proses dan mentalitas tim ketimbang target juara. “Fokus menjalani pertandingan demi pertandingan,” katanya dalam sesi wawancara Jumat (22/5/2026). Pertanyaannya, mampukah Garuda memanfaatkan keuntungan kandang dan sejarah rivalitas untuk akhirnya merebut trofi yang sudah lama dinantikan?



