Oman, Lawan Berat Timnas Indonesia: Peringkat Tinggi tapi Paceklik Gelar
Baca dalam 60 detik
- Timnas Oman yang akan dihadapi Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 memiliki peringkat FIFA ke-79, jauh di atas Indonesia yang berada di posisi 122.
- Meski berperingkat tinggi, Oman minim prestasi di level Asia dan dunia, hanya pernah juara Piala Teluk Arab dua kali.
- Laga di SUGBK menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk menambah poin FIFA, meski Oman diperkuat pemain abroad dan skuad senior.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7268270/original/074430500_1780053866-ChatGPT_Image_May_29__2026__06_22_51_PM.jpg)
Timnas Indonesia akan menghadapi ujian berat saat menjamu Oman dalam FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026). Meski prestasi Oman di kancah internasional tidak mentereng, peringkat FIFA mereka yang berada di urutan 79—jauh di atas Indonesia yang duduk di posisi 122—menunjukkan bahwa lawan ini bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Dari segi komposisi pemain, Oman memiliki keunggulan pengalaman. Skuad Al-Ahmar dihuni oleh sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Khalid Al-Braiki (Republik Ceko), Muhsen Al-Ghassani (Thailand), dan Essam Al-Subhi (Irak). Al-Ghassani, striker berusia 29 tahun, bahkan merupakan rekan setim Pratama Arhan di Bangkok United, meski Arhan dipastikan absen karena cedera. Selain itu, rata-rata usia pemain Oman mencapai 28,8 tahun, dengan beberapa pemain senior seperti kiper Faiyz Al-Rusheidi (37 tahun) dan kapten Harib Al-Saadi (36 tahun) yang telah mencatat lebih dari 100 penampilan internasional.
Namun, di balik peringkat yang mengesankan, prestasi Oman di level Asia dan dunia tergolong biasa. Mereka hanya pernah meraih gelar juara di ajang regional Arabian Gulf Cup pada 2009 dan 2017/2018, serta menjadi runner-up pada beberapa edisi lainnya. Di Piala Asia, partisipasi Oman tergolong rutin—tampil pada 2004, 2007, 2015, 2019, dan 2023—namun pencapaian terbaiknya hanya sampai babak 16 besar pada 2019. Hal ini menunjukkan bahwa Oman adalah tim yang konsisten namun belum mampu bersaing di papan atas Asia.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi momentum krusial untuk mendulang poin FIFA. Dengan selisih peringkat yang cukup lebar, kemenangan atas Oman akan memberikan tambahan poin signifikan yang bisa memperbaiki posisi Indonesia di ranking dunia. Pelatih John Herdman menekankan pentingnya fokus pada setiap pertandingan, bukan sekadar target juara. Mentalitas ini diharapkan bisa menjadi modal berharga, terutama setelah Indonesia juga akan menghadapi Mozambik dalam rangkaian FIFA Matchday yang sama.
Dari sisi taktik, Oman mengandalkan pengalaman dan kekuatan fisik pemain seniornya. Meski usia rata-rata tergolong uzur, jam terbang tinggi membuat mereka sulit dikalahkan dalam duel-duel penting. Indonesia perlu mewaspadai transisi cepat Oman dan memanfaatkan kecepatan pemain muda untuk menembus pertahanan lawan yang mungkin kurang mobile. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain lokal yang dipanggil untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pemain cedera.
Ke depan, hasil laga ini akan menjadi indikator kesiapan Indonesia menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Mampukah skuad Garuda memanfaatkan kelemahan Oman yang minim gelar dan meraih kemenangan bersejarah di hadapan pendukung sendiri?



