PSIM Yogyakarta Kebut Persiapan Musim Depan: Negosiasi Pemain dan Fondasi Tim Digarap
Baca dalam 60 detik
- PSIM Yogyakarta memulai persiapan dini untuk BRI Super League 2026/2027 dengan negosiasi kontrak pemain dan perekrutan anyar.
- Manajemen mengutamakan kebutuhan pelatih Jean-Paul van Gastel dalam menyusun skuad, dengan target pengumuman setelah bursa transfer dibuka.
- Tim dijadwalkan memulai latihan pada Juli 2026, menyusul finis di peringkat ke-11 musim lalu.
PSIM Yogyakarta tidak menunggu lama untuk mematangkan persiapan menyongsong BRI Super League 2026/2027. Meski bursa transfer resmi belum dibuka, manajemen Laskar Mataram telah bergerak cepat merancang komposisi tim, termasuk negosiasi dengan pemain lama dan calon rekrutan anyar.
General Manajer PSIM, Steven Sunny, mengonfirmasi bahwa proses penyusunan skuad sudah berlangsung intensif. Fokus utama adalah membangun tim yang sesuai dengan kebutuhan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel, yang baru saja dikonfirmasi tetap memegang kendali untuk musim depan. "Sudah kami kerjakan. Sudah sedang kami kerjakan sebenarnya," ujar Steven.
Negosiasi kontrak menjadi salah satu prioritas. Gelandang Muhammad Iqbal, misalnya, masih menjalin komunikasi dengan manajemen terkait pembaruan kontraknya. Pemain berusia 25 tahun itu menjadi salah satu nama yang dibahas dalam diskusi internal. Namun, Steven menegaskan bahwa pengumuman resmi baru akan dilakukan setelah jendela transfer dibuka dan kesepakatan mencapai tahap final. "Nanti begitu ada (kesepakatan resmi), kami akan umumkan ke publik," tambahnya.
Rencana persiapan tim disebutkan akan dimulai pada Juli mendatang. Waktu itu dinilai ideal mengingat kompetisi baru akan bergulir pada 4 September 2026. "Mungkin sekitar bulan Juli karena musim kan mulai di September. Masih ada waktu juga kan untuk mengerjakan semuanya," papar Steven. Dengan jeda sekitar dua bulan, manajemen optimistis bisa membangun tim yang kompetitif.
Musim lalu, PSIM menempati peringkat ke-11 klasemen akhir dengan koleksi 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Catatan tersebut menjadi evaluasi penting bagi manajemen dan pelatih untuk meningkatkan performa. Perekrutan pemain anyar akan disesuaikan dengan kebutuhan taktik van Gastel, yang diharapkan bisa membawa Laskar Mataram lebih bersaing di papan atas.
Keputusan mempertahankan van Gastel menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap visi pelatih asal Belanda tersebut. Dengan fondasi yang mulai dibangun sejak dini, PSIM berharap bisa memulai musim depan dengan modal lebih baik. Pertanyaannya, apakah langkah awal ini cukup untuk mengangkat tim ke level yang lebih tinggi?



