Bali United Mulai Bersih-bersih: M. Rahmat Pergi, Boris Kopitovic Terancam
Baca dalam 60 detik
- Bali United resmi melepas M. Rahmat setelah enam musim, menyusul minimnya menit bermain di Liga 1 2025/2026.
- Pelatih Johnny Jansen mengindikasikan ketidakpuasan pada lini depan, membuka peluang hengkangnya Boris Kopitovic dan Jens Raven.
- Rumor kedatangan Islam Slimani ke Bali memicu spekulasi perombakan besar skuad Serdadu Tridatu musim depan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3553628/original/080070800_1630078606-0_20210827IY_Bali_United_Vs_Persik_Kediri_20.jpg)
Bali United memulai perombakan skuad jelang Liga 1 2026/2027 dengan melepas gelandang serang M. Rahmat setelah enam tahun membela klub, sementara bomber utama Boris Kopitovic dikabarkan menyusul menyusul sinyal ketidakpuasan dari pelatih Johnny Jansen.
Kepastian hengkangnya Rahmat diumumkan langsung oleh CEO Bali United, Yabes Tanuri, melalui pernyataan resmi. Pemain berusia 30 tahun itu hanya tampil dalam 15 pertandingan Liga 1 musim lalu—tiga di antaranya sebagai starter—dengan kontribusi satu gol. Padahal, Rahmat pernah menjadi pahlawan saat membawa Bali United juara pada musim 2021/2022 dengan torehan 27 gol dan 10 assist dari total 47 penampilan di semua kompetisi.
“Kami secara resmi menyampaikan bahwa M. Rahmat telah sepakat mengakhiri kerja sama. Terima kasih atas perjuangannya dan semoga kariernya sukses ke depan,” ujar Yabes dalam keterangan yang diterima media, Jumat (14/6). Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa manajemen Serdadu Tridatu serius melakukan evaluasi besar-besaran.
Isyarat perombakan lini depan semakin kencang setelah Johnny Jansen secara terbuka mengungkapkan kebutuhan akan penyerang haus gol. “Saya butuh striker yang bisa mencetak minimal 15 gol dalam semusim,” kata Jansen usai laga kontra Dewa United. Pernyataan itu langsung ditafsirkan sebagai kritik terhadap performa Boris Kopitovic dan Jens Raven yang dianggap belum memenuhi ekspektasi. Kopitovic, yang didatangkan dengan status marquee player, hanya mampu mengemas 8 gol musim lalu—jauh dari standar yang diinginkan pelatih asal Belanda tersebut.
Situasi ini memicu spekulasi bahwa Kopitovic akan menjadi korban berikutnya. Apalagi, rumor kedatangan penyerang anyar mulai menguat setelah mantan bomber Leicester City, Islam Slimani, terlihat berada di Ubud, Bali. Meski belum jelas apakah ia berlibur atau bernegosiasi kontrak, kehadirannya langsung dikaitkan dengan rencana peremajaan skuad. Namun, catatan statistik Slimani dalam beberapa musim terakhir kurang meyakinkan: hanya satu gol dari 15 penampilan bersama CFR Cluj di Liga Rumania. Di usianya yang sudah 37 tahun, ia juga tidak lagi memiliki mobilitas seperti masa jayanya bersama Aljazair—102 caps dan 47 gol.
Keputusan Bali United untuk mempertahankan Johnny Jansen sebagai pelatih menunjukkan bahwa klub lebih memilih stabilitas di kursi kepelatihan ketimbang pergantian besar. Namun, tekanan untuk bersaing di papan atas Liga 1 membuat manajemen harus bergerak cepat. Jika Kopitovic benar-benar dilepas, Bali United perlu mendatangkan setidaknya dua penyerang baru untuk mengisi kekosongan lini depan. Pertanyaannya, apakah Slimani—dengan usia dan performa yang menurun—adalah jawaban yang tepat, atau hanya sekadar nama besar yang redup?



