Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bermarkas di Pakansari, Siap Pindah ke SUGBK Jika Lolos Semifinal
Baca dalam 60 detik
- PT GSI memastikan Timnas Indonesia menggunakan Stadion Pakansari untuk dua laga penyisihan Grup A Piala AFF 2026 melawan Kamboja dan Vietnam.
- Jika lolos ke semifinal, markas akan pindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, termasuk potensi duel melawan Malaysia.
- Pemilihan Pakansari didasari kapasitas yang lebih sesuai untuk fase grup, menghindari stadion besar yang sulit terisi penuh.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501050/original/063893800_1770885623-Angin_kencang_sebabkan_kerusakan_di_Stadion_Pakansari_Bogor.jpg)
PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) secara resmi menetapkan Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor sebagai markas Timnas Indonesia selama babak penyisihan Grup A Piala AFF 2026. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan kapasitas stadion yang lebih ideal untuk dua pertandingan kandang melawan Kamboja dan Vietnam, sementara jika lolos ke semifinal, Skuad Garuda akan pindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta salah satu dari Timor Leste atau Brunei Darussalam. Dalam jadwal yang dirilis, Indonesia akan menjamu Kamboja pada 27 Juli 2026 dan Vietnam pada 3 Agustus 2026 di Pakansari. Dua laga tandang lainnya akan digelar melawan Timor Leste/Brunei pada 31 Juli 2026 dan Singapura pada 7 Agustus 2026.
Direktur Utama PT GSI, Marsal Masita, menjelaskan bahwa pemilihan Pakansari bukan tanpa alasan. Menurutnya, kapasitas SUGBK yang mencapai 60 ribu kursi dinilai terlalu besar untuk fase grup yang belum tentu menarik animo penuh. “Kami melihat pertandingan penyisihan agak sulit jika berharap 60 ribu penonton. Pakansari memiliki kapasitas yang pas untuk dua laga melawan Vietnam dan Kamboja,” ujar Marsal.
Marsal menegaskan bahwa jika Indonesia berhasil melaju ke semifinal, seluruh laga kandang, termasuk kemungkinan melawan Malaysia, akan digelar di SUGBK. “Insyaallah kalau kita masuk semifinal, lawan Malaysia, dan final, lawan siapa pun, kita akan main di SUGBK. Kami sudah daftarkan ke Piala AFF,” katanya. Langkah ini menunjukkan optimisme PSSI terhadap peluang tim asuhan Shin Tae-yong untuk menembus babak gugur.
Keputusan ini juga mencerminkan strategi PSSI dalam mengelola antusiasme suporter. Fase grup yang dihelat di Pakansari diharapkan tetap menciptakan atmosfer kandang yang mendukung, tanpa risiko stadion kosong. Sementara itu, SUGBK yang ikonik akan menjadi lokasi laga-laga krusial yang diprediksi menyedot perhatian publik lebih besar. Pertandingan melawan Vietnam di fase grup sendiri sudah dipastikan menjadi duel sengit, mengingat rivalitas kedua negara di kancah ASEAN.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pemilihan markas ini bisa menjadi angin segar. Pakansari yang berlokasi di Bogor relatif mudah dijangkau dari Jakarta dan sekitarnya, sementara SUGBK menawarkan kapasitas lebih besar untuk momen-momen penting. Pertanyaannya, apakah Skuad Garuda mampu memanfaatkan keuntungan kandang di dua stadion berbeda untuk melaju sejauh mungkin? Jawabannya akan terlihat pada pertengahan 2026.



