Prabowo Bawa Konglomerat ke Prancis: Target Perdagangan Tiga Kali Lipat pada 2035
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengajak lima taipan Indonesia dalam kunjungan kenegaraan ke Prancis, menandai partisipasi ketiganya dalam Forum CEO Indonesia-Prancis.
- Dewan bisnis FI-HLBC resmi diluncurkan sebagai jembatan strategis untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral, dengan target tiga kali lipat pada 2035.
- Langkah ini diharapkan membuka lapangan kerja dan transfer teknologi, memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan orientasi ekonominya dengan membawa serta lima konglomerat terkemuka dalam kunjungan kenegaraan ke Prancis, pekan ini. Ini adalah kali ketiga Presiden menghadiri Forum CEO Indonesia-Prancis bersama Presiden Emmanuel Macron, sebuah forum yang menjadi panggung bagi para pemimpin bisnis kedua negara untuk merumuskan kerja sama strategis.
Para pengusaha yang mendampingi antara lain Anindya Bakrie, James Riady, Garibaldi 'Boy' Thohir, Tony Wenas, dan Rosan Roeslani. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong investasi dan perdagangan bilateral. Dalam kunjungan ini, secara resmi diluncurkan France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC), sebuah dewan bisnis hasil kolaborasi antara MEDEF International dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Menurut unggahan resmi di akun Instagram Presiden Prabowo, FI-HLBC dirancang sebagai wadah untuk memperkuat perdagangan, memfasilitasi investasi, serta mengidentifikasi peluang kerja sama ekonomi jangka panjang di berbagai sektor prioritas. Dewan ini diharapkan menjadi katalis untuk memperkuat koridor ekonomi antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan target ambisius peningkatan perdagangan hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Anindya Bakrie, yang juga Ketua Umum Kadin, menyambut positif langkah ini. Dalam pernyataannya, ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo bahwa hubungan Indonesia-Prancis saat ini berada dalam fase terbaik. "Kedua negara memiliki kesamaan sikap di berbagai forum internasional dan telah bekerja sama di bidang pertahanan, sains, teknologi, hingga pendidikan," ujar Anin. Ia menambahkan, kerja sama yang lebih konkret diharapkan tidak hanya meningkatkan perdagangan dan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bagi pelaku bisnis dan investor di Indonesia, kehadiran FI-HLBC membuka akses lebih luas ke pasar Eropa, khususnya Prancis. Sektor-sektor seperti energi terbarukan, infrastruktur, teknologi, dan pertahanan diprediksi menjadi fokus utama. Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Prancis di Asia Tenggara, di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan realisasi nota kesepahaman yang telah ditandatangani tidak hanya berhenti di atas kertas. Pertanyaannya, sejauh mana komitmen para konglomerat dan pemerintah Prancis dapat diterjemahkan menjadi proyek nyata yang berdampak langsung pada perekonomian Indonesia?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7443608/original/002793800_1780219358-34ece42d-8437-49cc-aba8-ccb292d0ea86.jpeg)
