Pascal Struijk Gagal ke Piala Dunia 2026 Bersama Belanda, Peluang Naturalisasi untuk Timnas Indonesia Terbuka Lebar
Baca dalam 60 detik
- Bek Leeds United Pascal Struijk tidak masuk skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026, membuka peluang bagi PSSI untuk merekrutnya.
- Pascal Struijk berdarah Indonesia dari garis ibu dan telah lama menjadi target naturalisasi untuk memperkuat lini belakang Timnas Indonesia.
- Jika proses naturalisasi berjalan cepat, Struijk bisa debut di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Piala Asia 2027, berduet dengan Jay Idzes.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547264/original/015303800_1775452326-pasc.jpg)
Ketiadaan nama Pascal Struijk dalam daftar pemain Belanda untuk Piala Dunia 2026 menjadi berkah tersembunyi bagi Timnas Indonesia. Bek tengah Leeds United itu gagal menembus skuad De Oranje yang diumumkan Ronald Koeman, membuka peluang besar bagi PSSI untuk mempercepat proses naturalisasinya.
Struijk, 26 tahun, harus mengakui ketatnya persaingan di lini belakang Belanda yang dihuni nama-nama seperti Virgil van Dijk, Nathan Ake, dan Jurriรซn Timber. Dengan tertutupnya pintu menuju Piala Dunia bersama Belanda, opsi membela Indonesia menjadi semakin realistis. Pemain kelahiran Belgia ini memiliki garis keturunan dari ibunya yang berasal dari Semarang, sehingga memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Pengamat sepak bola senior Ronny Pangemanan menilai kegagalan Struijk ke Piala Dunia 2026 membuat peluang Indonesia semakin terbuka. "Harapan kita untuk mendapatkan pemain ini semakin terbuka. Jalan menuju naturalisasi bergantung pada pembicaraan PSSI. Ketua umum PSSI dan pelatih John Herdman harus bisa meyakinkan Pascal Struijk," ujarnya melalui kanal YouTube Bicara Ropan.
Menurut Ropan, jika PSSI bergerak cepat, Struijk bisa segera bergabung dan memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional. "Dia bisa bermain paling tidak kalau diurus dari sekarang dan dia sudah oke bermain bersama timnas kita karena peluang ke Timnas Belanda sudah tertutup," imbuhnya. Potensi duet Struijk dengan Jay Idzes di lini belakang dinilai akan membuat pertahanan Indonesia semakin solid, baik dalam formasi empat bek maupun tiga bek.
Bagi Indonesia, kehadiran Struijk akan menjadi tambahan amunisi berharga menjelang berbagai turnamen penting, termasuk FIFA matchday Juni 2026, Piala AFF 2026, dan Piala Asia 2027. Dengan pengalamannya di Premier League, Struijk diharapkan bisa menjadi pemimpin di lini belakang dan meningkatkan kualitas permainan tim secara keseluruhan. Pertanyaannya kini: seberapa cepat PSSI bisa meyakinkan Struijk untuk memilih merah putih?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7454786/original/093852500_1780229249-WhatsApp_Image_2026-05-31_at_17.20.43.jpeg)
