Bos Milan Geram Kontrak Pulisic Mandek: Gaji Dua Kali Lipat Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, ngotot mempertahankan Christian Pulisic sebagai ikon baru klub musim depan, namun negosiasi kontrak alot karena tuntutan gaji dua kali lipat dari saat ini.
- Pulisic yang mandul gol di 2026 meminta kenaikan gaji dari €4 juta menjadi €8 juta per musim, sementara Milan hanya bersedia maksimal €7 juta—setara Rafael Leao dan Mike Maignan.
- Situasi ini diperumit oleh pergantian besar di jajaran direksi dan pelatih, termasuk potensi kedatangan Mauricio Pochettino yang bisa memperkuat peran Pulisic di skema baru.

Kebuntuan negosiasi kontrak antara AC Milan dan Christian Pulisic mulai mengkhawatirkan pemilik klub, Gerry Cardinale. Meski sang pemilik menginginkan pemain timnas Amerika Serikat itu menjadi simbol baru Rossoneri pada musim 2026-2027, perundingan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir justru menemui jalan buntu. Tuntutan gaji yang melonjak dua kali lipat dari kontrak saat ini menjadi ganjalan utama.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Cardinale secara pribadi mendorong agar Pulisic tetap berseragam merah-hitam. Namun, permintaan kenaikan gaji dari €4 juta per musim menjadi €8 juta—dua kali lipat—ditolak mentah-mentah oleh manajemen klub. Milan hanya bersedia menaikkan hingga kisaran €7 juta, angka yang setara dengan pendapatan Rafael Leao dan Mike Maignan. Perbedaan sekitar €1 juta ini menjadi celah yang belum bisa dijembatani.
Posisi tawar Pulisic sebenarnya melemah. Pemain berusia 27 tahun itu belum mencetak satu gol pun untuk Milan sepanjang tahun 2026. Catatan itu, menurut pengamat, menjadi alasan utama mengapa negosiasi tidak kunjung menemui titik terang. Meski demikian, Cardinale tetap melihat Pulisic sebagai aset jangka panjang, terutama jika klub berhasil mendatangkan pelatih baru yang bisa memaksimalkan potensinya.
Di luar soal gaji, masa depan Pulisic juga terkait erat dengan pergantian besar di tubuh Milan. Klub baru saja memecat pelatih Massimiliano Allegri, CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada pada Senin lalu. Kekalahan dalam perebutan tiket Liga Champions musim 2025-2026 menjadi pemicu utama. Kini, Milan tengah mencari pelatih baru, CEO, direktur olahraga, dan direktur teknis sekaligus—sebuah restrukturisasi total yang jarang terjadi.
Salah satu kandidat pelatih yang sudah dihubungi adalah Mauricio Pochettino. Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu dijadwalkan meninggalkan timnas Amerika Serikat setelah Piala Dunia 2026. Jika Pochettino jadi menukangi Milan, peran Pulisic diyakini akan semakin sentral. Keduanya sudah saling kenal dari masa Pochettino menangani USMNT. Namun, Pochettino bukan satu-satunya opsi; Milan masih mempertimbangkan beberapa nama lain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti. Pulisic adalah salah satu pemain Amerika Serikat paling populer di Asia, termasuk Indonesia. Jika ia hengkang, potensi pasar dan minat terhadap Milan di Indonesia bisa terpengaruh. Sebaliknya, jika bertahan dengan peran lebih besar, ia bisa menjadi magnet bagi penggemar baru. Namun, dengan kondisi keuangan klub yang sedang tidak stabil—terbukti dari pemecatan massal jajaran direksi—keputusan akhir soal gaji Pulisic akan menjadi indikator arah kebijakan Milan ke depan.
Pertanyaan besarnya: akankah Cardinale memaksakan kehendaknya untuk mempertahankan Pulisic dengan menaikkan tawaran, atau justru memanfaatkan situasi untuk menjualnya di bursa musim panas? Jawabannya akan menentukan tidak hanya masa depan Pulisic, tetapi juga wajah baru AC Milan di era pasca-Allegri.



