FSG Beralih ke Nagelsmann: Solusi Jangka Panjang Liverpool Setelah Slot?
Baca dalam 60 detik
- Manajer timnas Jerman Julian Nagelsmann masuk dalam radar FSG sebagai kandidat pengganti Arne Slot yang terancam dipecat.
- Nagelsmann dinilai memiliki rekam jejak taktis yang lebih matang dibanding Andoni Iraola, yang dianggap kurang berpengalaman untuk klub sebesar Liverpool.
- Kesepakatan potensial baru bisa terwujud setelah Piala Dunia 2026, memberi waktu bagi FSG untuk merancang transisi kepelatihan.

Fenway Sports Group (FSG) dikabarkan mulai melirik Julian Nagelsmann sebagai kandidat utama untuk menggantikan Arne Slot di kursi pelatih Liverpool. Langkah ini muncul setelah musim 2024/25 yang mengecewakan, di mana The Reds nyaris gagal lolos ke Liga Champions hanya setahun setelah menjadi juara Premier League.
Kegagalan mempertahankan performa juara membuat suara-suara ketidakpuasan semakin nyaring. Slot, yang sempat diselamatkan pada akhir musim lalu, kini berada dalam tekanan besar. FSG disebut-sebut tengah mempertimbangkan opsi sebelum musim 2026/27 bergulir, termasuk menunda finalisasi peran asisten baru Etiënne Reijnen yang sebelumnya dikabarkan akan bergabung.
Andoni Iraola, yang memutuskan menghentikan negosiasi dengan AC Milan demi menunggu tawaran Liverpool, sempat menjadi favorit. Namun, kekhawatiran akan minimnya pengalaman pelatih asal Spanyol itu di level tertinggi membuat FSG berpikir ulang. Sebaliknya, Nagelsmann—yang kini menukangi timnas Jerman—dianggap memiliki kapasitas taktis yang lebih mumpuni.
Menurut laporan sejak April lalu, perwakilan Nagelsmann telah melakukan pembicaraan informal dengan petinggi Liverpool. Pelatih yang fasih berbahasa Inggris itu dikabarkan antusias menangani klub Merseyside. Meski ia akan memimpin Jerman di Piala Dunia 2026 yang berlangsung hingga pertengahan Juli, kesepakatan bisa diraih setelah turnamen usai.
Nagelsmann sendiri pernah menyatakan bahwa "Barcelona-nya Guardiola adalah panutan saya" saat masih menangani RB Leipzig pada 2019. Filosofinya tidak mengandalkan gegenpressing ala Jürgen Klopp, melainkan perpaduan antara penguasaan bola dan tekanan tanpa bola. Hal ini dinilai bisa membawa keseimbangan baru bagi Liverpool yang musim lalu kehilangan identitas permainan.
Iraola, yang sukses membawa Bournemouth tampil agresif, mungkin bisa meningkatkan level kebugaran pemain. Namun, keraguan tetap ada apakah ia sanggup menangani tekanan di klub sebesar Liverpool. FSG dikenal sangat hati-hati dalam mengambil keputusan; pemecatan Slot hanya akan dilakukan jika ada rencana yang jelas untuk membangkitkan tim.
Dengan Nagelsmann, FSG berharap mendapatkan kombinasi ideal antara pengalaman dan inovasi. Jika terealisasi, langkah ini bisa mengembalikan Liverpool ke jalur perebutan gelar seperti yang diharapkan para pendukung. Pertanyaan besarnya: akankah Nagelsmann bersedia menunggu hingga setelah Piala Dunia, atau justru ada klub lain yang lebih cepat bergerak?



